Jakarta, Haluannews.id – Kekayaan sosok ini konon tak akan habis hingga enam generasi mendatang. Semua bermula dari langkah cerdasnya di bisnis properti. Dialah Raja Mangkunegara IV, penguasa visioner yang pertama kali melihat potensi besar di sektor perumahan Indonesia.

Related Post
Haluannews.id – Meski terlahir kaya dari sistem feodalisme kerajaan, Raja Mangkunegara IV, atau yang bernama asli Sudira, bertekad memperkuat kas Kesultanan Mangkunegaran dengan mencari sumber pendapatan baru. Jiwa bisnisnya terasah saat melihat kebutuhan mendesak akan hunian sewa bagi orang-orang Belanda.

Haluannews.id – Pada era kolonial, warga Belanda umumnya adalah perantau yang hanya tinggal sementara di Jawa. Mereka enggan membeli rumah karena khawatir repot mengurus aset jika harus segera kembali ke Eropa. Menyewa menjadi pilihan yang lebih praktis dan minim risiko.
Haluannews.id – Menangkap peluang ini, Mangkunegara IV mulai membangun rumah-rumah sewa. Ia membeli lahan kosong di wilayah Pendrikan dan mengubahnya menjadi perumahan modern. Pembangunan rampung pada tahun 1874, dan rumah-rumah tersebut langsung laris disewa oleh orang Belanda dan Indo-Belanda yang bekerja di Semarang.
Haluannews.id – Sejarah mencatat Mangkunegara IV sebagai pelopor bisnis properti di Indonesia. Pria kelahiran 3 Maret 1811 ini menunjuk cucunya, Raden Mas Gondosunaryo, sebagai pengurus dan penagih uang sewa.
Haluannews.id – Selain properti, Raja Jawa ini juga mengembangkan bisnis tambak ikan bandeng dengan menyewakan kolam kepada para petani. Namun, bisnis utamanya tetaplah gula. Menurut sejarawan Wasino, Mangkunegara IV memiliki dua pabrik gula di Jawa yang mampu memproduksi ratusan ribu ton gula per tahun, menghasilkan keuntungan setara 1-1,5 ton emas atau sekitar Rp1 triliun dalam nilai saat ini.
Haluannews.id – Keuntungan dari berbagai bisnis ini menjadikan Mangkunegara IV sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia pada abad ke-19. Hartanya mencapai 25 juta gulden, yang sebagian diperoleh dari bisnis sewa rumah. Kekayaan ini menjadi fondasi bagi Kesultanan Mangkunegaran dan bertahan hingga enam generasi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar