Haluannews Ekonomi – Pasar modal Jepang kembali mencetak sejarah pada hari Senin, saat indeks Nikkei 225 melampaui level 65.000 untuk pertama kalinya. Pencapaian rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) ini dipicu oleh optimisme investor menyusul laporan mengenai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz, yang secara signifikan meredakan kekhawatiran pasokan minyak global dan menekan harga komoditas energi.

Related Post
Presiden Donald Trump, melalui unggahan di platform Truth Social, mengindikasikan bahwa negosiasi dengan Iran "berlangsung secara tertib dan konstruktif." Ia juga menegaskan telah menginstruksikan perwakilannya untuk "tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu ada di pihak [mereka]." Pernyataan ini memberikan sinyal positif bagi pasar, mengurangi ketidakpastian geopolitik yang sebelumnya membayangi.

Sebagai respons langsung, harga minyak mentah global anjlok lebih dari 5%. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli merosot 4,71% menjadi US$92,06 per barel pada awal perdagangan Asia. Senada, minyak mentah Brent untuk Juli turun 4,42% menjadi US$98,96 per barel. Penurunan harga minyak ini memberikan angin segar bagi perekonomian global, mengurangi tekanan inflasi dan biaya produksi yang sebelumnya melonjak akibat blokade pelabuhan Iran oleh pemerintahan Trump dan penutupan Selat Hormuz oleh Teheran. Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur air terpenting di dunia untuk transportasi energi.
Pada penutupan sesi perdagangan Senin, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,87%, mengakhiri hari di level 65.158,19 setelah sempat mencapai rekor intraday. Indeks Topix juga turut menguat 1,29% menjadi 3.942,57, mencerminkan sentimen positif yang meluas di pasar saham Jepang.
Tren penguatan juga terlihat di pasar Asia lainnya. Indeks Taiex Taiwan mencatatkan kenaikan impresif 3,26%, ditutup pada 43.644,40, sekaligus mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mengakhiri perdagangan dengan penguatan 0,40% ke level 8.692. Sementara itu, indeks CSI 300 China bertambah 1,58% menjadi 4.921,6, dan Nifty 50 India naik 1,09%.
Beberapa pasar di Asia, seperti Hong Kong dan Korea Selatan, tidak beroperasi karena libur nasional. Demikian pula, pasar saham Amerika Serikat juga tutup pada hari Senin untuk memperingati Hari Memorial.
Sebelumnya, pada sesi perdagangan reguler Jumat, pasar saham AS juga menunjukkan kinerja positif. Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58%, ditutup pada 50.579,70, mencetak rekor penutupan baru setelah mencapai rekor intraday. Indeks S&P 500 menguat 0,37% menjadi 7.473,47, dan Nasdaq Composite naik 0,19% menjadi 26.343,97.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar