Haluannews Ekonomi – Jakarta – Isu sensitif mengenai dugaan kebocoran data nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat menghebohkan publik. Menanggapi kabar tersebut, manajemen BCA melalui keterbukaran informasi resmi dengan tegas membantah klaim tersebut, memastikan bahwa seluruh data nasabah tetap berada dalam kondisi aman dan terlindungi. Pernyataan ini disampaikan manajemen, dikutip Haluannews.id pada akhir pekan lalu.

Related Post
"Dengan ini, BCA mengonfirmasi bahwa informasi kebocoran data tersebut tidak benar adanya," demikian pernyataan resmi manajemen. Pihak bank telah melakukan investigasi menyeluruh dan hasilnya menegaskan bahwa tidak ada indikasi kebocoran data dari sistem keamanan BCA.

Manajemen BCA lebih lanjut menjelaskan komitmennya dalam menjaga integritas data nasabah. Bank raksasa ini secara konsisten menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis yang ketat, serta melakukan mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjamin keamanan data dan transaksi digital para nasabahnya. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BCA dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Dalam kesempatan ini, BCA juga mengimbau seluruh nasabah untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BCA. Nasabah diminta untuk tidak pernah membagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia, seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP), dan Personal Identification Number (PIN) kepada pihak manapun. Selain itu, nasabah juga dianjurkan untuk rutin mengubah PIN dan password secara berkala guna memperkuat keamanan akun.
Sebelumnya, isu ini mencuat setelah akun X bernama Dark Web Intelligence mengklaim adanya kelompok yang diduga memiliki akses ke sekitar 890.000 data mobile banking, 4,9 juta catatan database, informasi pribadi terkait perbankan, hingga kolom internal terkait akun yang diindikasikan berhubungan dengan data pelanggan BCA. Klaim inilah yang kemudian memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Dengan klarifikasi ini, BCA berupaya menenangkan nasabah sekaligus memperkuat edukasi mengenai pentingnya keamanan digital dalam bertransaksi perbankan.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar