Haluannews Ekonomi – Dinamika pasar modal Indonesia pada sesi pertama perdagangan Senin (25/5/2026) diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai angka fantastis Rp 1,1 triliun. Fenomena ini terjadi di tengah optimisme Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil melanjutkan tren penguatan. Laporan Haluannews.id mengindikasikan bahwa saham-saham di sektor komoditas menjadi sasaran utama pelepasan, sementara bank-bank dengan kapitalisasi pasar jumbo justru menarik minat beli yang kuat dari investor global.

Related Post
Aksi jual bersih tersebut merupakan hasil dari total penjualan saham oleh investor asing senilai Rp 3,9 triliun, yang jauh melampaui total pembelian mereka sebesar Rp 2,8 triliun. Beberapa emiten komoditas tercatat mendominasi daftar saham yang dilepas. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin dengan net sell terbesar, mencapai Rp 142,8 miliar. Diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan net sell Rp 114,4 miliar, serta PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan nilai Rp 91,3 miliar. Pola ini mengindikasikan adanya strategi profit taking atau realokasi portofolio dari sektor komoditas oleh sebagian investor asing.

Di sisi lain, beberapa saham unggulan justru menjadi magnet bagi dana investor asing. Dua raksasa perbankan nasional, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), memimpin daftar saham dengan akumulasi beli bersih terbesar. BBCA mencatatkan net buy senilai Rp 216,3 miliar, sementara BMRI berhasil membukukan net buy Rp 173,2 miliar. Selain sektor finansial, minat asing juga terlihat tersebar ke berbagai sektor lain, mulai dari komoditas hingga properti, menunjukkan strategi diversifikasi dalam pemilihan aset.
Di tengah gejolak pergerakan dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan performa yang solid. Indeks acuan bursa domestik ini berhasil dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (25/5/2026), melanjutkan momentum rebound setelah sempat tertekan pada pekan sebelumnya. Pada penutupan sesi pertama, IHSG tercatat melonjak 57,3 poin atau setara 0,93%, bertengger di level 6.219,35. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,27 triliun, melibatkan 16,99 miliar saham yang diperdagangkan melalui 1,27 juta kali transaksi.
Optimisme pasar tercermin dari dominasi saham yang menguat, yakni sebanyak 511 emiten, berbanding 204 saham yang melemah dan 99 saham yang bergerak stagnan. Mayoritas sektor menunjukkan kinerja positif, dengan sektor finansial, konsumer non primer, dan industri mencatatkan kenaikan tertinggi. Sebaliknya, sektor infrastruktur, energi, dan barang baku mengalami tekanan dan berakhir di zona merah. Kontribusi terbesar terhadap penguatan IHSG datang dari tiga bank raksasa Tanah Air, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang secara kolektif menjadi motor penggerak utama indeks.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar