Gudang Garam (GGRM): Bisnis Tol & Bandara Tersendat, Laba Ambles!

Gudang Garam (GGRM): Bisnis Tol & Bandara Tersendat, Laba Ambles!

Haluannews Ekonomi – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tengah menghadapi tantangan besar. Bukan hanya penjualan rokok yang lesu, namun bisnis infrastruktur mereka di sektor jalan tol dan bandara juga mengalami kendala signifikan. Hal ini terungkap dalam paparan publik GGRM yang digelar secara virtual.

COLLABMEDIANET

Direktur GGRM, Istata Siddharta, mengungkapkan keterlambatan pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sebagai salah satu penyebabnya. Proyek yang menelan investasi Rp 9,92 triliun ini dihadapkan pada kompleksitas perencanaan dan koneksi dengan ruas tol lain. "Ada kelambatan konstruksi dan penyelesaian yang membuat proyek meleset dari target beberapa tahun," jelas Istata. Tol yang terdiri dari akses tol Bandara Dhoho (6,82 km) dan ruas utama Kediri-Tulungagung (37,35 km) ini, awalnya ditargetkan beroperasi pada kuartal III 2025, namun kini mengalami penundaan.

Gudang Garam (GGRM): Bisnis Tol & Bandara Tersendat, Laba Ambles!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sementara itu, Bandara Dhoho Kediri, yang diresmikan November 2024, juga belum beroperasi secara optimal. GGRM masih berupaya memenuhi persyaratan internasional untuk bandara tersebut. "Bandara ini memerlukan waktu untuk berkembang dan meraih kualifikasi internasional," tambah Istata. GGRM berencana menggerakkan operasional Bandara Dhoho secara maksimal dalam beberapa tahun mendatang. Haluannews.id mencatat, Bandara Dhoho sempat vakum dari penerbangan komersial hingga akhir Juli 2025 karena kendala internal maskapai.

Kondisi ini semakin memperparah kinerja keuangan GGRM. Laba bersih perusahaan hingga semester I 2025 anjlok 87,3% menjadi Rp 117,1 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 925,5 miliar. Penurunan laba ini sejalan dengan penurunan pendapatan sebesar 11,4% menjadi Rp 44,3 triliun dari Rp 50,01 triliun di semester I 2024. Kombinasi penurunan penjualan rokok dan hambatan di sektor infrastruktur menjadi pukulan telak bagi kinerja GGRM. Tantangan ke depan bagi GGRM adalah bagaimana mengatasi kendala operasional di sektor infrastruktur dan membalikkan tren penurunan laba yang signifikan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar