Haluannews Ekonomi – Pasar saham Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan yang beragam pada perdagangan Jumat pagi. Investor di kawasan ini tengah mencermati rilis data ekonomi terbaru, termasuk data inflasi Tokyo yang menjadi acuan penting untuk mengukur tren harga di Jepang. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pengumuman data Produk Domestik Bruto (PDB) India untuk kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir September.

Related Post
Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami sedikit penurunan, sementara indeks Topix mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,18%. Pasar saham Korea Selatan menunjukkan pelemahan, dengan indeks Kospi turun 0,9%, namun indeks Kosdaq yang berisikan saham-saham perusahaan kecil justru melonjak 3,05%.

Saham Enchem, perusahaan produsen material baterai yang terdaftar di Kosdaq, mencatat kenaikan signifikan sekitar 14% setelah laporan media lokal menyebutkan bahwa mereka berhasil mendapatkan pesanan dari Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), produsen baterai asal Tiongkok. Sebaliknya, saham LG Energy Solution merosot lebih dari 5%, menjadi salah satu penekan utama indeks Kospi, setelah perusahaan induknya, LG Chem, mengumumkan rencana untuk mengurangi kepemilikan sahamnya menjadi sekitar 70% dari level saat ini yang hampir mencapai 80%, dengan tujuan meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia memulai perdagangan dengan kenaikan tipis 0,16%. Harga indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.935, sedikit di bawah penutupan terakhir HSI di 25.945,93.
Pergerakan bursa Asia ini terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup pada hari Kamis untuk memperingati Hari Thanksgiving. Tiga indeks utama di Wall Street sebelumnya bergerak nyaris tanpa perubahan. Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average hanya naik 10 poin, sementara indeks berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 diperdagangkan sedikit di atas garis datar.
Sentimen pasar saat ini masih diwarnai kekhawatiran akan penurunan saham-saham teknologi yang telah membebani kinerja indeks utama sepanjang bulan November. Keraguan mengenai profitabilitas perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI) di masa depan menjadi salah satu faktor pemicunya.
Namun, sebagian investor berharap bahwa penurunan yang terjadi pada bulan November ini akan menjadi sinyal dimulainya reli akhir tahun (year-end rally) untuk indeks-indeks utama. Mereka mulai memanfaatkan momentum ini untuk membeli saham-saham yang telah mengalami penurunan harga dengan valuasi yang lebih menarik.
Pasar saham AS akan kembali dibuka pada hari Jumat, namun akan tutup lebih awal pada pukul 13.00 waktu setempat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar