Haluannews Ekonomi – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), perusahaan yang sahamnya sebagian dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, berencana menggelar rights issue dengan target dana segar mencapai Rp 5,8 triliun. Hal ini terungkap dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (23/6/2025). Rencana aksi korporasi ini cukup mengejutkan pasar mengingat besarnya dana yang ingin dihimpun.

Related Post
Rights issue ini akan menerbitkan 2.949.193.897 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rasio penawarannya adalah 5 HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) untuk setiap 4 saham lama yang dimiliki. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp 2.000 per saham. Artinya, pemegang saham lama yang ingin mempertahankan porsi kepemilikannya perlu menggelontorkan dana tambahan yang cukup signifikan.

PT Investasi Sukses Bersama (ISB), pemegang saham utama WIFI dengan kepemilikan 50,37%, telah menyatakan komitmennya untuk mengambil seluruh haknya dalam rights issue ini, senilai Rp 2,97 triliun. Komitmen ISB ini menjadi sinyal positif bagi keberhasilan rights issue WIFI. Hashim Djojohadikusumo sendiri secara tidak langsung memiliki saham WIFI melalui kepemilikan saham di ISB yang diakuisisi pada akhir 2024.
Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur jaringan FTTH (Fiber To The Home). Sebesar Rp 5,8 triliun akan digunakan untuk membangun jaringan FTTH yang menjangkau 4 juta homepass di Pulau Jawa. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja anak perusahaan WIFI, termasuk untuk pembelian peralatan, pengembangan layanan, pemasaran, pelatihan, dan operasional lainnya.
Langkah agresif WIFI ini mengindikasikan optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis di sektor telekomunikasi, khususnya layanan internet berbasis fiber optik. Namun, pasar akan mencermati dengan seksama bagaimana perusahaan mampu mengelola dan memanfaatkan dana yang cukup besar tersebut secara efektif dan efisien untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Keberhasilan rights issue dan strategi pengembangan bisnis WIFI ke depan akan menjadi penentu kinerja sahamnya di masa mendatang.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar