UNTR: Target Agresif di Tengah Restrukturisasi Astra!

UNTR: Target Agresif di Tengah Restrukturisasi Astra!

Haluannews Ekonomi – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengungkapkan proyeksi kinerja ambisius hingga 2026, di tengah perombakan portofolio Grup Astra. Hal ini disampaikan Direktur UNTR, Vilihati Surya, dalam Public Expose Live 2025, Senin (8/9/2025). Proyeksi tersebut menunjukkan optimisme UNTR meski menghadapi tantangan sektoral.

COLLABMEDIANET

Untuk penjualan alat berat Komatsu, UNTR menargetkan 4.600 unit hingga akhir 2025, naik sekitar 4% dari capaian 2024. Pertumbuhan ini didorong peningkatan permintaan small machine, meskipun diprediksi akan ada penurunan permintaan big machine, terutama di sektor pertambangan batubara pada semester kedua 2025.

UNTR: Target Agresif di Tengah Restrukturisasi Astra!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sektor pertambangan, volume overburden removal PT Pamapersada Nusantara (PAMA) ditargetkan mencapai 1,18 miliar BCM hingga akhir 2025, turun 3% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini lebih rendah dibandingkan semester pertama 2025 yang terdampak curah hujan tinggi. UNTR mempertahankan target stripping ratio di level 7,7 hingga 7,8. Penjualan batubara on coal sales diproyeksikan tumbuh 10% menjadi 11,1 juta ton, dengan komposisi 65% thermal coal dan 35% metallurgical coal. Total penjualan batubara diperkirakan mencapai 14 juta ton, naik 7% year-on-year.

Di segmen komoditas, UNTR menargetkan penjualan emas sekitar 240 ribu ons pada 2025 (naik 3%), didorong produksi dari Martabe, Sumbawa Agincourt, dan Sumbawa Jutaraya. Penjualan nikel ore diproyeksikan mencapai 2 juta ton (naik 1%), terdiri dari 1,3 juta ton limonite dan 700 ribu ton saprolite.

Untuk 2026, UNTR memproyeksikan penjualan alat berat Komatsu sedikit meningkat menjadi sekitar 4.700 unit. Overburden removal PAMA diperkirakan naik seiring perbaikan cuaca. Anak usaha, Tuah Turangga Agung (TTA), memproyeksikan lonjakan penjualan batubara hingga 30% menjadi 19 juta ton, dengan on coal sales sekitar 15 juta ton. Penjualan emas dan nikel diperkirakan stabil di angka 240 ribu ons dan 2 juta ton.

Vilihati menegaskan posisi UNTR yang strategis di Grup Astra. UNTR merupakan kontributor utama kedua setelah sektor otomotif dan jasa keuangan, menunjukkan peran pentingnya dalam portofolio Astra. Kinerja positif UNTR ini turut mendorong sahamnya naik 4,34% ke Rp26.450 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp98,66 triliun.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar