Rupiah Merana, Tetangga Berjaya: Ada Apa di Balik Krisis Ini?

Rupiah Merana, Tetangga Berjaya: Ada Apa di Balik Krisis Ini?

Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif pada Senin, 25 Mei 2026, seiring dengan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang Garuda. Rupiah tercatat menembus level psikologis di atas Rp 17.300 per Dolar Amerika Serikat, sebuah angka yang mengukuhkan tren pelemahan selama delapan pekan berturut-turut. Situasi ini bukan sekadar penurunan biasa, melainkan sebuah rekor terlemah dalam sejarah perekonomian Indonesia, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan pengambil kebijakan.

COLLABMEDIANET

Ironisnya, di tengah keterpurukan Rupiah yang memecahkan rekor, beberapa mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan performa yang menguat. Salah satu contoh paling mencolok datang dari negara tetangga, Malaysia, yang mata uangnya mampu bertahan bahkan menguat di tengah gejolak global yang sama. Fenomena ini memunculkan pertanyaan krusial mengenai fundamental ekonomi domestik dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Apakah ada faktor internal yang membuat Rupiah lebih rentan, ataukah strategi kebijakan moneter dan fiskal negara lain yang lebih adaptif?

Rupiah Merana, Tetangga Berjaya: Ada Apa di Balik Krisis Ini?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Para analis Haluannews.id menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap kondisi makroekonomi dan sentimen investor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar. Pelemahan Rupiah yang persisten ini berpotensi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari inflasi impor hingga beban utang luar negeri perusahaan.

Paparan lebih lanjut mengenai dinamika ini disampaikan oleh Shania Alatas dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Senin (25/05/2026), yang mengupas tuntas perbandingan nasib Rupiah dengan mata uang Asia lainnya, serta faktor-faktor pendorong di balik divergensi kinerja mata uang di kawasan ini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar