IHSG Terjun Bebas Dihantam Asing! Rp 823 Miliar Lenyap

IHSG Terjun Bebas Dihantam Asing! Rp 823 Miliar Lenyap

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali diterpa gelombang tekanan jual dari investor asing pada perdagangan sesi pertama Selasa (26/5/2026). Data terkini menunjukkan, aksi jual bersih (net foreign sell) investor global mencapai angka fantastis Rp 823,3 miliar. Fenomena ini sontak menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan, menambah daftar panjang kekhawatiran di tengah volatilitas pasar.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan catatan Haluannews.id, total transaksi yang melibatkan investor asing pada sesi ini mencapai Rp 6,5 triliun, mendominasi lebih dari 60% total nilai transaksi pasar. Rinciannya, investor asing membukukan penjualan saham senilai Rp 3,7 triliun, sementara pembelian hanya Rp 2,8 triliun, menciptakan selisih jual bersih yang cukup besar.

IHSG Terjun Bebas Dihantam Asing! Rp 823 Miliar Lenyap
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) menjadi sasaran utama aksi lepas kepemilikan oleh investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar dengan net sell mencapai Rp 232,2 miliar, diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 155,6 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan Rp 138,1 miliar.

Menariknya, dampak aksi jual ini tidak seragam. Meskipun ditekan asing, saham AMMN justru menguat 0,63%, begitu pula dengan BREN yang naik 1,68% dan TPIA melesat 7,65%. Hal ini mengindikasikan adanya penyerapan kuat dari investor domestik yang memanfaatkan koreksi harga, terutama pada saham-saham terafiliasi konglomerat seperti Salim dan Prajogo Pangestu. Namun, saham perbankan jumbo seperti BBCA dan BBRI tak mampu menahan tekanan, masing-masing terkoreksi 1,64% dan 2,21%.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar, mencapai Rp 90,5 miliar. Namun, ironisnya, MDKA justru ditutup melemah 3,86%, setelah sempat terbang tinggi 24,77% pada akhir pekan sebelumnya. Ini menunjukkan sentimen pasar yang masih berhati-hati pasca-reli signifikan. Beberapa saham lain juga mencatatkan net buy, namun dengan volume yang lebih kecil.

Secara keseluruhan, kinerja IHSG pada penutupan sesi 1 hari ini sangat tertekan, ditutup anjlok 0,91% atau kehilangan 56,67 poin, bertengger di level 6.149,68. Indeks bergerak dalam rentang 6.132,35 hingga 6.286,87 sepanjang sesi. Kondisi pasar mencerminkan dominasi sentimen negatif, di mana 415 saham mengalami penurunan, berbanding 267 saham yang menguat, dan 277 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 9,12 triliun, melibatkan 13,98 miliar saham dalam 1,2 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan menunjukkan pelemahan, dengan sektor konsumer primer, properti, dan finansial mencatatkan koreksi paling dalam. Emiten-emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar jumbo menjadi pemberat utama IHSG. Sebut saja Astra International (ASII) yang menyumbang pelemahan 11,97 poin, diikuti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan -10,98 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) dengan -9,7 poin.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar