Haluannews Ekonomi – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengumumkan langkah strategis yang ambisius untuk merampingkan struktur bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Melalui program streamlining, BP BUMN menargetkan pengurangan signifikan entitas usaha Telkom Grup, dari semula 67 entitas menjadi hanya 19 entitas pada akhir tahun 2026. Ini merupakan bagian dari upaya transformasi menyeluruh di tubuh perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut.

Related Post
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, baru-baru ini mengadakan pertemuan krusial dengan Direktur Portofolio/Bisnis PT Telkom Indonesia. Diskusi yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia tersebut fokus pada pembaruan progres pelaksanaan program perampingan ini.

"Langkah ini adalah pilar utama dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif. Tujuannya jelas, yakni memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding digital yang mampu bersaing di kancah global," terang Dony Oskaria melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip Haluannews.id, Selasa pekan ini.
Dalam pemaparan strategisnya, manajemen Telkom menguraikan berbagai mekanisme yang akan ditempuh. Ini mencakup merger entitas yang memiliki sinergi, divestasi aset atau unit bisnis yang tidak lagi relevan dengan strategi inti, likuidasi perusahaan yang tidak produktif, konsolidasi bisnis untuk efisiensi operasional, hingga pembentukan enterprise holding baru. Semua inisiatif ini dirancang untuk memperkuat fokus pada bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional yang kian vital.
Beberapa agenda prioritas juga dikebut pelaksanaannya. Di antaranya adalah konsolidasi FiberCo BUMN untuk mengoptimalkan jaringan serat optik, pengembangan pusat data (Data Center) berkapasitas tinggi, optimalisasi menara telekomunikasi (TowerCo), penguatan infrastruktur (InfraCo), serta penataan ulang lisensi Telkom Group. Langkah-langkah ini esensial untuk mendukung transisi Telkom menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
"Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mendorong penguatan tata kelola perusahaan yang baik, peningkatan efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional. Kami berharap, BUMN akan semakin lincah (agile), sehat secara finansial, dan mampu menjadi motor penggerak utama ekonomi digital Indonesia di masa depan," pungkas Dony.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar