Haluannews Ekonomi – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengawali konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Agustus 2025 dengan menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (4/9/2025). "Sebelum memulai konferensi pers, perkenankan kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara-saudara kita akibat insiden tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesembuhan bagi mereka yang terluka," ungkap Mahendra.

Related Post
Insiden yang dimaksud adalah serangkaian demonstrasi besar di berbagai wilayah Indonesia pekan lalu. Awalnya, aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap DPR. Namun, situasi berubah tragis ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan menjadi korban, tertabrak mobil rantis milik Brimob. Kejadian ini memicu kemarahan massa dan meluas menjadi kerusuhan yang diduga melibatkan massa gelap. Tragedi tersebut mengakibatkan setidaknya 10 orang meninggal dunia dalam periode 28 Agustus hingga 2 September 2025. Kejadian ini tentu saja menimbulkan dampak signifikan, baik secara sosial maupun ekonomi.

Konferensi pers tersebut kemudian berlanjut membahas kondisi terkini sektor jasa keuangan Indonesia. Meskipun dibayangi duka nasional, OJK tetap fokus pada stabilitas dan kinerja sektor yang berada di bawah pengawasannya. Detail lebih lanjut mengenai pembahasan dalam rapat tersebut belum diungkap secara rinci dalam rilis berita ini. Namun, pernyataan duka cita di awal konferensi pers menunjukkan kepedulian OJK terhadap situasi sosial politik yang sedang terjadi dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Ke depan, peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika sosial politik yang bergejolak akan menjadi perhatian utama.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar