haluannews.id – Pasar keuangan Indonesia bergejolak hebat pada Jumat 19 Juni. Setelah sempat menunjukkan sinyal penguatan di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG mendadak ambruk ke zona merah. Pada pukul 10 lewat 09 menit Waktu Indonesia Barat, IHSG terpantau melemah drastis hingga menyentuh level 6.170 poin.

Related Post
Bersamaan dengan anjloknya IHSG, nilai tukar rupiah juga tak berdaya menghadapi dominasi dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda ini terdepresiasi signifikan sebesar 0,51 persen. Rupiah bahkan sempat menembus batas psikologis Rp 17.800 per dolar AS sebelum akhirnya diperdagangkan di kisaran Rp 17.790. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kembali terjadi diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama pelemahan ini.

Tak hanya pasar saham dan mata uang, sektor komoditas pun ikut terseret dalam gelombang koreksi. Harga minyak mentah global anjlok hingga 10 persen dalam sepekan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar terkait potensi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak global. Senasib dengan minyak, harga batu bara juga turut melemah. Sementara itu, emas sebagai aset safe haven justru kehilangan kilaunya, merosot tajam di bawah level 4.200 dolar AS per troy ons.
Berbagai sentimen global dan domestik kini tengah menekan pergerakan pasar keuangan Tanah Air. Selain kebijakan suku bunga Bank Indonesia, dinamika geopolitik serta pergerakan harga komoditas global menjadi faktor krusial yang perlu dicermati. Analisis mendalam dari pakar seperti Andi Shalini dalam program Profit di haluannews.id menjadi panduan penting untuk memahami lebih jauh gejolak pasar ini.









Tinggalkan komentar