haluannews.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara BPI Danantara kini tengah berjibaku membenahi deretan perusahaan BUMN yang masih terjerat dalam kubangan kerugian. Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria belum lama ini membeberkan, pihaknya telah berhasil menuntaskan sekitar 70 persen dari total persoalan yang melilit sejumlah entitas pelat merah tersebut.

Related Post
Dony menjelaskan, saat ini hanya tersisa 30 persen pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan, dengan tiga sektor utama menjadi fokus perhatian. Ketiga sektor krusial ini meliputi BUMN di bidang karya atau konstruksi, sektor logistik, serta pengelolaan dana pensiun. "Tiga puluh persen yang sedang kami garap itu kan di sektor karya, saya sangat berharap ini bisa segera tuntas. Selebihnya, relatif sudah dalam kondisi yang cukup sehat," ungkap Dony dalam sebuah perbincangan eksklusif dengan haluannews.id.

Selain sektor konstruksi, Dony menambahkan, bidang logistik juga memerlukan sentuhan perbaikan serius. Ia menyoroti upaya transformasi yang sedang digencarkan di tubuh PT Pos Indonesia. "Harapan saya, perombakan ini bisa rampung pada akhir tahun ini juga," tegasnya.
Tak kalah penting, sektor dana pensiun juga masuk dalam daftar prioritas pembenahan. "Dan yang terakhir adalah dana pensiun kami. Tiga sektor inilah yang sesungguhnya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami," lanjut Dony. Ia menyebut, permasalahan lainnya berskala lebih kecil dan dampak konsolidasi atau restrukturisasinya tidak terlalu signifikan.
Dalam proses restrukturisasi yang masif ini, Dony mengakui bahwa pihaknya terpaksa mengambil langkah berat, termasuk memangkas sejumlah perusahaan BUMN yang kondisi keuangannya sudah terlampau parah. "Koreksi, penurunan nilai aset, hingga cut loss, semua itu terpaksa kami lakukan demi perbaikan. Ini adalah biaya yang harus kami tanggung agar ke depannya hal serupa tidak terulang lagi," jelasnya.
Untuk merampungkan seluruh pembenahan di tubuh perusahaan milik negara ini, Dony memperkirakan anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar seratus triliun rupiah. "Penting bagi kami untuk menyampaikan kepada publik bahwa ke depan mungkin masih akan ada dana sekitar seratusan triliun rupiah lagi untuk menyelesaikan ini. Tentu saja, harapan saya tidak sampai sebesar itu," pungkas Dony.










Tinggalkan komentar