haluannews.id – Perdagangan sesi kedua pada Senin 24 Agustus dibuka dengan sentimen negatif yang langsung menghantam pasar modal dan valuta asing Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bertahan di zona hijau, bahkan anjlok 0,49 persen, menempatkannya di level 6.493. Tak hanya itu, nilai tukar Rupiah juga ikut tertekan, terkoreksi 0,14 persen hingga menyentuh angka Rp 17.710 per Dolar Amerika Serikat.

Related Post
Situasi ini tak lepas dari berlanjutnya aksi jual yang dilakukan oleh investor asing di bursa saham domestik. Kekhawatiran global terkait kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau The Fed disinyalir menjadi pemicu utama gejolak ini. Sentimen negatif tersebut menciptakan tekanan signifikan pada pergerakan pasar keuangan Tanah Air.

Untuk mengupas lebih dalam dinamika pasar yang sedang lesu ini, Shania Alatas dalam program Power Lunch haluannews.id berbincang dengan FX Analyst haluannews.id Research, Elvan Chandra Widyatama. Diskusi tersebut mencoba menganalisis secara komprehensif faktor-faktor yang mempengaruhi pelemahan IHSG dan Rupiah, serta proyeksi pergerakan pasar ke depan di tengah isu-isu global yang terus berkembang.










Tinggalkan komentar