Haluannews Ekonomi – Sentimen positif membayangi pasar keuangan Indonesia. Prospek pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada FOMC September 2025 menjadi katalis utama. Direktur Investasi Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R Salimsyah, melihat potensi pasar domestik yang sangat menjanjikan, ditopang fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dengan pertumbuhan di atas 5%. Capital inflow pun mengalir deras ke pasar obligasi, bahkan mulai melirik pasar saham.

Related Post
Ernawan memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir 2025, dan berpotensi dilanjutkan dengan pemangkasan 50-100 basis poin (bps) pada 2026. Gerak ini diyakini akan diikuti oleh Bank Indonesia. Penurunan suku bunga, menurutnya, menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi dan akan mendorong penguatan berbagai instrumen investasi, termasuk pasar saham.

Wawancara eksklusif Ernawan R Salimsyah bersama Shinta Zahara dalam program Power Lunch, Haluannews.id (Senin, 08/09/2025) mengungkap strategi pengelola dana jumbo dalam menyikapi potensi pemangkasan suku bunga dan prospek keuntungan di pasar keuangan Indonesia. Simak selengkapnya untuk mengungkap rahasia cuan di tengah dinamika pasar yang menarik ini.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar