haluannews.id – Bursa saham Indonesia siap menyambut kehadiran emiten baru dari sektor alat kesehatan PT Prodia Diagnostic Line Tbk PRDL. Perusahaan ini berencana melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham IPO dengan melepas 522,9 juta lembar saham baru. Langkah strategis ini diharapkan mampu meraup dana segar hingga Rp 62,75 miliar.

Related Post
Cristina Sandjaja Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk menjelaskan PRDL adalah produsen alat kesehatan diagnostik in vitro IVD. Perusahaan yang berdiri sejak 2010 ini telah memproduksi reagen kimia sejak 2012 dan kini melayani lebih dari 7.600 pengguna akhir yang didominasi oleh Puskesmas. Prodia Diagnostic Line juga menjadi pionir sebagai perusahaan pertama yang memproduksi reagen kimia dengan cakupan Tingkat Komponen Dalam Negeri TKDN di atas 70%.

Dana yang terkumpul dari IPO ini akan dialokasikan secara strategis. Sekitar 60% dari total dana segar akan digunakan untuk melunasi kewajiban utang perusahaan. Sementara sisa dana akan dialokasikan untuk membiayai belanja modal serta memperkuat modal kerja. Selain itu IPO ini juga menjadi komitmen PRDL untuk meningkatkan kualitas perusahaan melalui penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik GCG seiring dengan statusnya sebagai perusahaan terbuka.
Strategi bisnis PRDL dalam menghadapi volatilitas pasar dan rencana penggunaan dana IPO ini dibedah tuntas oleh Cristina Sandjaja dalam sebuah diskusi eksklusif yang disiarkan oleh haluannews.id pada Rabu 01 Juli 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi PRDL sebagai pemain kunci di industri alat kesehatan nasional.










Tinggalkan komentar