haluannews.id – PT Bach Multi Global Tbk (BACH), perusahaan yang berafiliasi dengan Grup Djarum, telah resmi menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) mereka di angka Rp442 per lembar. Keputusan ini membawa emiten yang bergerak di sektor infrastruktur telekomunikasi tersebut selangkah lebih dekat untuk mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan proyeksi perolehan dana segar mencapai Rp271,83 miliar. Pencatatan saham perdana BACH diagendakan pada 7 Juli 2026.

Related Post
Banderol Rp442 ini diputuskan tepat di tengah rentang harga penawaran awal yang sebelumnya ditetapkan antara Rp400 hingga Rp500 per saham saat proses bookbuilding berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Dalam aksi korporasi ini, BACH melepas sebanyak 615 juta saham baru kepada publik, yang merepresentasikan 15,06% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. PT Erdikha Elit Sekuritas dipercaya sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO, setelah dikurangi berbagai biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta menambah amunisi modal kerja perseroan. Sekitar Rp91,02 miliar akan dialokasikan untuk melunasi sebagian pinjaman kepada PT Bank Permata Tbk. Sementara itu, sisa dana sekitar Rp213,48 miliar akan menjadi modal kerja untuk menopang operasional harian dan pembayaran kepada para pemasok.
BACH saat ini beroperasi di dua lini bisnis utama yang strategis: penjualan dan penyewaan genset, serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Manajemen menilai kedua segmen ini menjanjikan potensi ekspansi yang cerah, didorong oleh lonjakan permintaan pasokan listrik cadangan dan perluasan masif infrastruktur digital di seluruh penjuru Indonesia.
Menariknya, IPO ini juga diwarnai perubahan signifikan dalam komposisi pemegang saham. Sebelum IPO, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) menjadi pemegang saham mayoritas dengan 61,55%, diikuti oleh PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dengan 30%. Pasca-IPO, porsi kepemilikan BMSI akan terdilusi menjadi sekitar 52,32% dan GTP menjadi 25,49%, sementara masyarakat akan menguasai 15,06%. Namun, ini bukan komposisi akhir. GTP telah menyatakan akan merealisasikan hak opsi untuk membeli 1,04 miliar saham dari BMSI. Jika transaksi ini rampung, GTP akan menguasai 51% saham BACH dan secara resmi menjadi pemegang saham pengendali, menggeser BMSI yang porsinya turun menjadi sekitar 26,81%. Perlu diketahui, GTP adalah anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yang notabene berada di bawah naungan konglomerasi Djarum.










Tinggalkan komentar