Mega Syariah Bidik Cuan Wakaf, Imbal Hasilnya Bikin Penasaran!

Mega Syariah Bidik Cuan Wakaf, Imbal Hasilnya Bikin Penasaran!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Mega Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan keuangan syariah nasional dengan menjadi mitra distribusi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) seri SWR006. Bank menargetkan penjualan produk wakaf investasi ini mencapai minimal Rp15 miliar.

COLLABMEDIANET

Dana yang terkumpul dari penjualan CWLS SWR006 akan diinvestasikan pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. Hasil dari investasi ini akan digunakan untuk membiayai berbagai program wakaf produktif, termasuk pembangunan fasilitas seperti kios, minimarket di area masjid, klinik kesehatan, dan sentra kuliner. Sebagian dana juga akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial di bidang pendidikan tinggi.

Mega Syariah Bidik Cuan Wakaf, Imbal Hasilnya Bikin Penasaran!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Bank Mega Syariah menggandeng Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai nazhir dalam pelaksanaan SWR006. Nasabah dapat berwakaf secara digital melalui aplikasi M-Syariah, memilih nazhir, menentukan jenis wakaf, dan berwakaf atas nama diri sendiri maupun orang lain. Setiap transaksi wakaf akan dilengkapi dengan sertifikat resmi dari nazhir terkait.

Produk wakaf investasi ini menawarkan imbal hasil floating sebesar 5,70% selama dua tahun, yang dibayarkan setiap bulan. Masyarakat dapat memesan produk ini hingga 15 Oktober 2025 dengan nilai minimal Rp1 juta melalui microsite resmi Bank Mega Syariah atau kantor cabang terdekat.

Menurut Digital Business Group Head Bank Mega Syariah, Sigit Suryawan, produk ini adalah salah satu upaya bank untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan wakaf produktif. Pihaknya juga mengandalkan tim marketing untuk mengajak nasabah berpartisipasi dalam program SWR006.

"SWR006 tidak hanya memberikan imbal hasil yang menarik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Kami berharap partisipasi masyarakat akan terus meningkat, mengikuti tren positif pada penerbitan seri-seri sebelumnya," ujar Sigit Suryawan.

Sejak pertama kali berpartisipasi dalam CWLS pada tahun 2021, Bank Mega Syariah mencatat peningkatan pemesanan yang signifikan. Nilai pemesanan pada SWR002 sebesar Rp8,49 miliar, SWR003 sebesar Rp5,58 miliar, SWR004 sebesar Rp84,79 miliar, dan SWR005 pada tahun 2024 mencapai Rp104,27 miliar.

Potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun, namun realisasinya masih jauh dari harapan. Data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) menunjukkan bahwa hingga tahun 2024, nilai wakaf uang baru mencapai sekitar Rp2,9 triliun, atau kurang dari dua persen dari potensi yang ada.

Partisipasi Bank Mega Syariah dalam penjualan CWLS juga memberikan dampak positif bagi kinerja bisnisnya. Peningkatan fee-based income (FBI) sebagai sumber pendapatan non-bunga memperkuat posisi bank dalam mendukung wakaf produktif dan pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional.

Pada kuartal II 2025, total FBI Bank Mega Syariah meningkat enam persen menjadi lebih dari Rp21 miliar dibandingkan kuartal I 2025. Hingga Agustus 2025, kinerja Bank Mega Syariah menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan Desember 2024. Total dana pihak ketiga naik 0,7% menjadi lebih dari Rp11 triliun (ytd), total aset tumbuh 8,8% menjadi lebih dari Rp17,39 triliun (ytd), dan penyaluran pembiayaan naik 18,7% menjadi Rp9,21 triliun.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar