Haluannews Ekonomi – Ratu Maxima dari Belanda menyoroti peran krusial kredit perbankan bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, akses kredit yang bijak dapat menjadi katalisator pemenuhan kebutuhan mendasar, seperti kepemilikan rumah, serta pendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil (UMKM).

Related Post
Ratu Maxima menekankan bahwa kredit dapat menjadi instrumen pengelolaan keuangan yang efektif. Dengan fasilitas kredit, masyarakat dapat menunda pengeluaran besar dan mengubahnya menjadi cicilan yang terjangkau dalam jangka waktu tertentu. Hal ini membantu menjaga likuiditas keuangan pribadi dan keluarga.

Namun, Ratu Maxima mengingatkan akan bahaya ketergantungan berlebihan pada kredit. Dalam acara National Financial Health Event di Kementerian Keuangan (27/11/2025), ia menyatakan bahwa "sedikit itu baik, tetapi terlalu banyak bisa dipertanyakan."
Ketergantungan berlebihan pada kredit dapat menjerat individu dalam lingkaran utang yang sulit diatasi. Penghasilan habis hanya untuk membayar cicilan, sehingga ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menabung menjadi sangat terbatas.
Ratu Maxima menekankan pentingnya setiap individu memahami batasan ideal pinjaman sesuai dengan kemampuan bayar. Ia mencontohkan pengalamannya berdiskusi dengan Direktur Utama BRI, di mana terungkap bahwa sekitar 70% karyawan bank tersebut menghabiskan separuh penghasilan untuk membayar utang.
Menurut Ratu Maxima, masalah jeratan kredit di Indonesia merupakan masalah individual yang kemudian menjadi masalah nasional. Solusi untuk menghindari kredit macet harus dicari oleh masing-masing individu dengan membuat anggaran yang cermat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan.
"Jika setiap orang menganggarkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka, mereka seharusnya tahu seberapa besar ruang mereka untuk mendapatkan kredit yang seharusnya. Dan ini masalah pribadi, dan masalah negara," pungkas Ratu Maxima.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar