Haluannews Ekonomi – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan ambisi besar pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% memerlukan suntikan investasi yang sangat signifikan. Target ambisius ini menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo Subianto mendatang.

Related Post
Rosan, yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 2014-2024, Indonesia berhasil menarik investasi sebesar Rp 9.100 triliun. Namun, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% yang diidamkan, target investasi selama lima tahun ke depan, hingga 2029, harus mencapai sekitar Rp 13.000 triliun.

Pencapaian investasi yang berkelanjutan, menurut Rosan, akan memberikan dampak positif bagi sektor-sektor lain, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Ia optimis target investasi 2024 tercapai, dan semester pertama 2025 juga menunjukkan hasil yang sesuai target.
Lebih lanjut, Rosan menyoroti potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama di sektor energi baru terbarukan (EBT). Meskipun Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060, kapasitas terpasang EBT saat ini baru mencapai 15,2 gigawatt, jauh dari potensi yang mencapai 3.700 gigawatt. Ia menekankan perlunya tindakan nyata dan implementasi yang kuat untuk mengejar target tersebut.
Rosan mengingatkan bahwa tanpa upaya yang signifikan dan terencana dengan baik, target net zero emission 2060 akan sulit dicapai. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mempercepat pengembangan sektor EBT dan menarik investasi yang lebih besar ke sektor ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar