Haluannews Ekonomi – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis yang signifikan melalui akuisisi mayoritas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). Transaksi pembelian saham ini, yang melibatkan Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) sebagai pihak penjual, mencapai nilai fantastis Rp106,39 miliar, menandai babak baru bagi kedua entitas di lanskap ekonomi digital dan sumber daya manusia Indonesia.

Related Post
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), INET berhasil mengakuisisi sebanyak 1.687.455.000 lembar saham PADA. Jumlah ini merepresentasikan 53,57% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh PADA, secara efektif menjadikan INET sebagai pemegang saham pengendali baru. Nilai transaksi tersebut setara dengan 29,41% dari total ekuitas Perseroan, mengacu pada laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025. Meskipun tergolong material, nilai ini masih di bawah ambang batas 50% ekuitas, sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Manajemen INET menegaskan bahwa akuisisi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan, sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 42/2020. Tidak ada hubungan afiliasi yang terjalin antara INET dan Kopindosat. Sebelum transaksi ini, Kopindosat adalah pemegang saham dominan PADA dengan 59,86% kepemilikan. Pasca-akuisisi, struktur kepemilikan PADA berubah drastis, dengan INET kini memegang kendali 53,57%, sementara porsi Kopindosat menyusut menjadi 6,29%. Kepemilikan saham lainnya tetap dipegang oleh pemegang saham lama, termasuk porsi masyarakat yang berada di bawah 5%.
Langkah akuisisi ini didasari oleh posisi PADA sebagai salah satu penyedia layanan alih daya (outsourcing) terkemuka di Indonesia. Dengan jaringan operasional yang tersebar di lebih dari 25 kota dan dukungan lebih dari 36.000 tenaga kerja profesional, PADA menawarkan spektrum layanan yang luas, meliputi pemeliharaan teknis dan telekomunikasi, pusat panggilan, layanan perkantoran, keamanan, manajemen sumber daya manusia, hingga distribusi dan logistik.
Di sisi lain, grup usaha INET sendiri tengah menggeber sejumlah rencana pengembangan ambisius, termasuk ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH) di wilayah strategis seperti Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Provinsi Kalimantan Barat. "Dengan latar belakang tersebut, transaksi ini dipandang sebagai upaya menggabungkan layanan digital dan infrastruktur teknologi dengan layanan outsourcing SDM berbasis teknologi, menciptakan ekosistem layanan human-tech yang terintegrasi," demikian pernyataan manajemen INET yang dikutip Haluannews.id pada Selasa (3/2/2026).
Melalui integrasi PADA, INET berambisi memperluas portofolio bisnisnya, tidak hanya terbatas pada layanan digital dan teknologi murni, tetapi juga merambah ke layanan operasional berbasis tenaga kerja yang masif. Ini membuka pintu bagi INET untuk memasuki segmen outsourcing dan manajemen SDM, yang sebelumnya beroperasi terpisah dari inti bisnis teknologi. Lebih dari sekadar diversifikasi, langkah ini diharapkan mampu memperkaya lini pendapatan dan memicu sinergi baru, terutama dalam pengembangan layanan terkelola (managed service), tenaga kerja digital (digital workforce), serta platform teknologi yang mendukung operasional SDM.
Akuisisi ini juga diproyeksikan akan menghasilkan efisiensi operasional yang signifikan melalui konsolidasi fungsi back-office, teknologi, dan jaringan distribusi sumber daya. Efisiensi semacam ini berpotensi menekan biaya unit dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Kombinasi portofolio kedua perusahaan diharapkan dapat menambah nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Secara konkret, transaksi ini akan memperkuat operasional INET dan entitas anak dalam proyek FTTH, mengakselerasi ekspansi ke jasa outsourcing dan SDM terintegrasi, serta menciptakan ekosistem layanan yang lebih luas dan terpadu. Selain itu, jangkauan pasar dan kapabilitas layanan akan meningkat berkat pemanfaatan jaringan PADA yang sudah matang, sekaligus mendiversifikasi pendapatan dan meningkatkan daya saing Perseroan di pasar domestik.
"Dengan pengaruh-pengaruh secara operasional tersebut di atas maka transaksi akuisisi PADA ini akan berpengaruh positif pula pada kondisi keuangan Perseroan di masa yang akan datang," tutup manajemen.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar