haluannews.id – Bursa Efek Indonesia BEI mencatat kinerja impresif pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin 20 Juli 2026 Indeks Harga Saham Gabungan IHSG melonjak 086 persen dan berhasil bertengger di level 622892 Kenaikan signifikan ini setara dengan lonjakan 5338 poin dari penutupan sebelumnya yang didorong oleh gelombang pembelian di hampir seluruh sektor di tengah penantian investor terhadap sejumlah agenda penting bank sentral global pekan ini

Related Post
Sentimen positif pasar tercermin dari membaiknya breadth perdagangan Tercatat sebanyak 398 saham mengalami apresiasi 188 saham terkoreksi sementara 205 saham lainnya bergerak stagnan Aktivitas transaksi juga cukup ramai dengan nilai mencapai Rp 827 triliun melibatkan 201 miliar saham yang diperdagangkan dalam 14 juta kali transaksi

Mengutip data Refinitiv mayoritas sektor di bursa menunjukkan performa hijau Sektor konsumer primer memimpin dengan kenaikan 147 persen disusul barang baku 118 persen energi 099 persen dan properti 098 persen Hanya sektor kesehatan dan utilitas yang terpantau melemah pada sesi ini
Saham-sahaman berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama IHSG PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI memberikan kontribusi terbesar dengan kenaikan 1168 indeks poin Diikuti oleh PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM yang menyumbang 738 indeks poin dan PT Bank Central Asia Tbk BBCA dengan 441 indeks poin
Meski secara keseluruhan investor asing membukukan aksi jual bersih net sell senilai Rp 303 miliar di pasar modal hari ini saham BBRI justru menjadi incaran utama dengan net buy mencapai Rp 117 miliar TLKM juga tak luput dari bidikan asing dengan pembelian bersih Rp 18 miliar Sementara itu BBCA justru dilepas investor asing dengan net sell Rp 53 miliar
Kinerja IHSG yang menguat terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi Investor global masih memantau ketat perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan harga energi Selain itu perhatian juga tertuju pada serangkaian keputusan suku bunga dari berbagai bank sentral dunia yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan
Dari dalam negeri fokus utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur RDG Bank Indonesia BI yang dijadwalkan pada Rabu 22 Juli 2026 Konsensus pasar memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 575 persen seiring dengan stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang masih terkendali dalam target bank sentral
Di kancah internasional pelaku pasar juga menantikan pengumuman Loan Prime Rate LPR China keputusan suku bunga European Central Bank ECB serta rilis data perdagangan dan inflasi Jepang Seluruh agenda tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan global termasuk IHSG sepanjang pekan ini










Tinggalkan komentar