haluannews.id – Sebuah entitas baru di kancah tata kelola ekspor komoditas strategis nasional, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), resmi meluncurkan operasionalnya. Bertempat di Wisma Danantara, Jakarta, pengenalan DSI beserta jajaran pengurusnya menandai babak baru upaya penguatan sistem ekspor Indonesia. DSI, yang telah mengantongi status badan hukum sejak awal Juni, diharapkan menjadi pilar penting dalam menjaga integritas dan efisiensi perdagangan internasional.

Related Post
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dalam pidatonya menggarisbawahi bahwa kehadiran DSI bukanlah untuk menciptakan birokrasi tambahan atau mengambil alih peran regulator yang sudah ada. Ia menegaskan, seluruh otoritas perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada di bawah kendali kementerian serta lembaga pemerintah yang berwenang. DSI, menurut Rosan, akan fokus pada penguatan titik-titik verifikasi krusial dalam alur data dan transaksi ekspor. Ini mencakup pemeriksaan kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, penetapan harga, hingga memastikan penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa kembali ke tanah air.

Pada fase awal, DSI akan memusatkan perhatian pada tiga komoditas strategis utama Indonesia: batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferroalloy. Total nilai transaksi dari ketiga komoditas ini diproyeksikan mencapai angka fantastis, sekitar 70 miliar dolar AS. Rosan merinci, ekspor batu bara diperkirakan menyumbang 30,35 miliar dolar AS, CPO sekitar 22,87 miliar dolar AS, dan ferroalloy sekitar 16,43 miliar dolar AS. Ia juga memberikan jaminan bahwa seluruh hubungan komersial yang telah terjalin, termasuk kontrak jangka panjang antara eksportir dan pembeli, akan tetap dihormati dan tidak akan terganggu.
Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, peluncuran ini bukan sekadar seremoni perkenalan sebuah institusi, melainkan sebuah penegasan akan tujuan mulia, tanggung jawab besar, dan komitmen DSI untuk menjalankan mandatnya dengan profesionalisme tinggi, integritas penuh, dan kerendahan hati. Mahony juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan oleh Danantara Indonesia, pemerintah, para pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut.
Momen peluncuran ini juga menjadi ajang pengumuman jajaran Direksi dan Komisaris DSI yang diisi oleh nama-nama terkemuka. Beberapa figur penting yang bergabung antara lain CEO PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dan mantan petinggi Bank Dunia, Mari Elka Pangestu. Kehadiran mereka diharapkan membawa pengalaman dan visi strategis dalam menjalankan misi DSI.
Berikut adalah susunan lengkap Pengurus PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI):
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Rosan P Roeslani
- Komisaris: Tony Wenas
- Komisaris: Mari Elka Pangestu
- Komisaris: Erwin Haryono
- Komisaris: Dadan Ruswandana
Direksi
- Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
- Direktur: Dwi Satryo
- Direktur: Dini Nurfransisca
- Direktur: Yudi Adiyanto








Tinggalkan komentar