DSI Ungkap Alasan Pungutan Untung Eksportir

DSI Ungkap Alasan Pungutan Untung Eksportir

haluannews.id – PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akhirnya memberikan penjelasan mendalam mengenai kebijakan mereka dalam memungut margin atau keuntungan dari layanan jasa yang disediakan. Perusahaan ini memiliki peran krusial sebagai fasilitator utama bagi para eksportir dan pembeli yang berkecimpung dalam tiga produk unggulan strategis.

COLLABMEDIANET

Tiga komoditas penting yang menjadi fokus DSI meliputi batu bara, kelapa sawit, serta ferroalloy. Penjelasan ini muncul setelah adanya pertanyaan publik mengenai praktik pengambilan keuntungan tersebut.

DSI Ungkap Alasan Pungutan Untung Eksportir
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Keuangan DSI, Sinthya Roesly, menegaskan bahwa sebagai sebuah Perseroan Terbatas, DSI tentu saja memiliki beban operasional yang harus ditanggung. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sumber pendanaan untuk menjalankan fungsinya sebagai lembaga ekspor komoditas strategis milik negara.

"Sebagai sebuah PT, kami tentu memiliki biaya yang harus ditutupi. Setelah adanya injeksi modal, tidak mungkin bagi kami untuk beroperasi dalam kondisi merugi," ungkap Sinthya saat berbicara di Wisma Danantara Jakarta pada Senin (24/8/2026). Ia menambahkan bahwa regulasi memungkinkan DSI untuk menetapkan harga layanan yang mencakup margin.

Sinthya juga menekankan bahwa margin atau keuntungan yang diterapkan DSI berada dalam batas kewajaran. "Setiap aktivitas operasional tentu membutuhkan biaya. Maka dari itu, wajar jika DSI memperoleh margin yang proporsional dan masuk akal," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penentuan dan perhitungan besaran margin tersebut dilakukan dengan sangat cermat. Prinsip utama yang dipegang adalah efisiensi, sehingga tidak akan membebani para eksportir. Selain itu, penetapan angka margin juga senantiasa dikonsultasikan dengan pihak-pihak terkait.

"Perhitungan ini sedang berlangsung, tentu dengan berpegang pada prinsip efisiensi agar tidak menambah beban biaya bagi eksportir," pungkas Sinthya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar