Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan global, termasuk Indonesia, masih dibayangi oleh ketidakpastian perang dagang. Jelang tenggat waktu negosiasi tarif impor Amerika Serikat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Hal ini terlihat dari pergerakan IHSG di awal pekan ini yang cenderung lesu. Analis pasar memprediksi, ketidakpastian ini akan terus menekan pasar hingga kesepakatan final tercapai.

Related Post
Berdasarkan dialog Andi Shalini dan Savira Wardoyo dengan Equity Analyst Haluannews.id, Tasya Pangestika dalam program Squawk Box Haluannews.id (Senin, 07/07/2025), sentimen negatif perang dagang menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Ketidakjelasan mengenai hasil negosiasi tarif impor AS menciptakan kekhawatiran di kalangan investor, sehingga memicu aksi jual. Situasi ini juga berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Tasya Pangestika menambahkan, investor cenderung wait and see hingga ada kepastian mengenai hasil negosiasi. Jika kesepakatan yang dicapai menguntungkan, maka IHSG berpotensi rebound. Sebaliknya, jika negosiasi berakhir tanpa kesepakatan yang memuaskan, maka tekanan jual diperkirakan akan berlanjut, dan berpotensi menekan IHSG lebih dalam. Oleh karena itu, para pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan negosiasi tarif impor AS secara intensif.
Ketidakpastian ini juga mempengaruhi sektor-sektor tertentu yang lebih sensitif terhadap kebijakan perdagangan internasional. Analis merekomendasikan strategi pengelolaan portofolio yang lebih konservatif hingga situasi menjadi lebih jelas. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah pergerakan IHSG dan pasar keuangan Indonesia secara keseluruhan dalam beberapa pekan mendatang.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar