IHSG: Hijau Seharian, Tiba-tiba Merah! Ada Apa?

IHSG:  Hijau Seharian, Tiba-tiba Merah! Ada Apa?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tipis 0,05% pada penutupan perdagangan sesi pertama Kamis (3/7/2025), menutup perdagangan di level 6.878,05. Kejutan ini terjadi menjelang penutupan, setelah seharian IHSG berada di zona hijau. Pergerakan yang tak terduga ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar.

COLLABMEDIANET

Nilai transaksi terpantau sangat rendah, hanya mencapai Rp 8 triliun dengan volume 18,51 miliar saham dalam 1,03 juta transaksi. Meskipun mayoritas sektor perdagangan berakhir di zona hijau, dengan sektor kesehatan, properti, dan konsumer primer menunjukan penguatan signifikan, sektor teknologi dan utilitas justru mengalami tekanan paling dalam.

IHSG:  Hijau Seharian, Tiba-tiba Merah! Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Emiten perbankan, tambang, dan saham-saham blue chip menjadi penekan utama kinerja IHSG. Saham Telkom Indonesia (TLKM) mengalami penurunan signifikan 2,52% ke Rp 2.710 per saham, menjadi pemberat utama dengan pelemahan indeks poin sebesar 7,98. Bank Central Asia (BBCA) dan Barito Renewables Energy (BREN) juga berkontribusi terhadap koreksi indeks, masing-masing sebesar 5,11 dan 2,85 poin. Prajogo Pangestu (TPIA) dan emiten bank BUMN (BMRI) melengkapi lima besar saham yang menekan IHSG hari ini.

Secara global, pasar Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang variatif. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah, sementara Kospi Korea Selatan dan Kosdaq menguat. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga menunjukan kenaikan tipis. Di pasar berjangka, Hang Seng Hong Kong diperdagangkan lebih rendah dari penutupan sebelumnya, sementara kontrak berjangka AS bergerak datar menjelang rilis laporan ketenagakerjaan Juni. Wall Street sendiri ditutup bervariasi, dengan S&P 500 mencetak rekor baru.

Pasar keuangan Indonesia hari ini dipengaruhi oleh sentimen fiskal, energi, dan aksi korporasi. Pemerintah tengah menyiapkan RAPBN 2026 di tengah tekanan fiskal yang meningkat. Ekspektasi IPO jumbo dan kesepakatan dagang AS-Vietnam diharapkan memberikan sentimen positif. Penggunaan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk APBN juga menjadi kabar baik bagi pasar. Namun, ketidakpastian global masih mempengaruhi psikologi pelaku pasar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar