haluannews.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK baru-baru ini melayangkan peringatan keras kepada masyarakat terkait maraknya modus penipuan investasi bodong yang dikenal dengan istilah ‘pig butchering scam’. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen PEPK OJK Dicky Kartikoyono mendesak agar publik lebih waspada terhadap jebakan finansial yang satu ini.

Related Post
Dicky menjelaskan bahwa skema penipuan ini menggunakan strategi yang sangat licik untuk memerangkap korbannya. Para penipu akan terlebih dahulu membangun kepercayaan dan membuat korban terlena dengan janji-janji keuntungan besar serta berbagai kemudahan yang seolah-olah menggiurkan. Namun pada akhirnya seluruh dana korban akan dikuras habis. "Modus pig butchering scam ini memang sesuai namanya. Kita akan dininabobokan dulu dibuat senang dan diberi banyak kemudahan tapi sebenarnya semua itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Pada akhirnya kita akan dikorbankan" ungkap Dicky dalam sebuah konferensi pers virtual belum lama ini.

Untuk menghindari kerugian fatal Dicky menekankan dua prinsip utama yang wajib dipegang teguh dalam berinvestasi yakni legalitas dan logis. Pertama pastikan setiap platform atau perusahaan investasi yang dipilih telah terdaftar dan memiliki izin resmi. "Cari yang legal yang ilegal-ilegal harus kita hindari. Kami di OJK sedang berupaya mengembangkan aplikasi untuk membantu identifikasi mana yang legal dan mana yang ilegal ini adalah langkah kami memanfaatkan teknologi" jelasnya.
Kedua masyarakat harus selalu menilai tawaran keuntungan investasi secara rasional. Jika ada layanan investasi yang menjanjikan imbal hasil terlalu tinggi dan tidak masuk akal jauh di atas suku bunga bebas risiko yang biasanya hanya sekitar 7 persen maka patut diwaspadai. "Kalau ada tawaran return yang terlalu tinggi terlalu bagus untuk menjadi kenyataan kita harus ekstra hati-hati" tambahnya.
Dicky juga menyarankan agar investor selalu mencoba menarik keuntungan meski dalam jumlah kecil di awal investasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa dana dapat ditarik kapan saja. Banyak kasus pig butchering scam terjadi ketika dana korban sudah terkumpul banyak namun tiba-tiba tidak bisa ditarik karena platform tidak dapat diakses atau pihak perusahaan menghilang. "Ketika dananya masih sedikit harus dicoba apakah bisa ditarik atau tidak. Karena seringkali saat dana sudah menumpuk ternyata tidak bisa ditarik" tegasnya.
Lebih lanjut OJK mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing rayuan atau tawaran investasi dari orang yang tidak dikenal terutama yang datang melalui media sosial atau pihak-pihak yang memberikan janji-janji muluk tanpa dasar yang jelas. Kehati-hatian adalah kunci utama untuk melindungi aset finansial Anda.










Tinggalkan komentar