Haluannews Ekonomi – Di tengah tren bank sentral global yang berlomba-lomba menambah cadangan emas, Bank Indonesia (BI) justru mengambil langkah berlawanan. Laporan terbaru World Gold Council (WGC) mengungkap bahwa BI bersama dengan Bank Sentral Rusia menjadi dua entitas yang tercatat menjual emas pada Agustus 2025.

Related Post
Menurut Analis Senior WGC, Krishna Gopaul, tujuh bank sentral melaporkan peningkatan cadangan emas lebih dari satu ton selama Agustus 2025. Total penambahan mencapai 15 ton, menandakan kembalinya tren pembelian setelah sempat stagnan pada Juli.

Bank Nasional Kazakhstan memimpin dengan pembelian 8 ton, meningkatkan kepemilikannya menjadi 316 ton. Bank Nasional Bulgaria menyusul dengan penambahan 2 ton, menjadi peningkatan bulanan terbesar sejak Juni 1997.
Bank Sentral Turki juga menambah 2 ton, sehingga total cadangan emas resminya mencapai 639 ton. People’s Bank of China (PBOC) terus melanjutkan tren pembelian dengan menambah 2 ton, menjadikan total kepemilikannya lebih dari 2.300 ton.
Bank Sentral Uzbekistan dan Bank Nasional Ceko (CNB) masing-masing menambah 2 ton. CNB bahkan menargetkan kepemilikan 100 ton emas pada akhir 2028. Bank Ghana juga tercatat membeli 2 ton emas.
Laporan WGC menyebutkan bahwa penjualan emas oleh BI sebesar 2 ton dan Bank Sentral Rusia sebesar 3 ton menjadi anomali di tengah tren akumulasi emas oleh bank sentral lainnya. Penurunan cadangan emas Rusia diduga terkait dengan program pencetakan koin. Alasan BI menjual emas belum diungkapkan secara detail dalam laporan tersebut.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar