Dolar AS Keok Rupiah Menggila Pagi Ini

Dolar AS Keok Rupiah Menggila Pagi Ini

haluannews.id – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya di awal perdagangan menjelang akhir pekan ini. Nilai tukar rupiah berhasil mengukir penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), memberikan angin segar bagi pasar domestik.

COLLABMEDIANET

Mengacu pada data terkini dari Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Jumat 3 Juli 2026, rupiah terapresiasi 0,27%, melesat ke posisi Rp17.940 per dolar AS. Kinerja impresif ini membalikkan keadaan setelah sehari sebelumnya rupiah sempat tertekan. Pada penutupan perdagangan Kamis 2 Juli 2026, mata uang domestik ini harus rela melemah 0,32% dan parkir di level Rp17.988 per dolar AS.

Dolar AS Keok Rupiah Menggila Pagi Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang menjadi barometer kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau merosot 0,05% ke level 100,803 pada pukul 09.00 WIB. Pelemahan dolar AS ini menjadi sinyal positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pergerakan rupiah di hari terakhir pekan ini diprediksi masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama tekanan yang sedang melanda dolar AS di kancah global. Greenback memang terlihat tidak berdaya pagi ini, melanjutkan tren koreksi tajam dari perdagangan sebelumnya. DXY sempat ditutup anjlok 0,53%, seiring dengan meredanya ekspektasi pasar terkait peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam waktu dekat.

Tekanan jual terhadap aset berdenominasi dolar AS semakin meningkat, membuka ruang lebar bagi mata uang lain, termasuk rupiah, untuk unjuk gigi. Pelemahan dolar AS ini tak lepas dari laporan data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda pendinginan.

Pertumbuhan lapangan kerja di AS sepanjang Juni tercatat melambat lebih dalam dari perkiraan awal. Selain itu, kenaikan gaji untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi menjadi lebih rendah. Data-data ini sontak membuat pasar kembali menimbang ulang kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada sisa tahun ini.

Pada Juni, perekonomian AS hanya mampu menambah 57.000 pekerjaan, angka yang jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan penambahan 110.000 pekerjaan. Dengan laporan tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan, harapan akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat pun mereda. Kondisi inilah yang pada akhirnya menekan dolar AS dan memberikan kesempatan emas bagi rupiah untuk memulai perdagangan di zona hijau.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar