Haluannews Ekonomi – PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi memperkenalkan identitas barunya pada Kamis (2/10/2025), setelah mengantongi izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini menandai babak baru bagi bank syariah yang merupakan hasil spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan akuisisi Bank Victoria Syariah.

Related Post
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa kehadiran BSN bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan strategi BTN untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia. "Nama Bank Syariah Nasional mencerminkan visi besar untuk melayani seluruh lapisan masyarakat. Kata ‘Nasional’ sendiri menekankan jangkauan yang luas, kepercayaan, dan kredibilitas," jelas Alex dalam keterangan tertulisnya.

Identitas syariah, lanjut Alex, merupakan komitmen untuk menjalankan prinsip-prinsip syariah dengan integritas dan profesionalisme tinggi. Logo baru BSN mengadopsi elemen desain korporat BTN dengan sentuhan modern dan dinamis. Penggunaan huruf kecil melambangkan sikap rendah hati dan ramah, sementara bintang lima sudut merepresentasikan nilai-nilai inti perusahaan: Keadilan, Keberkahan, Keberagaman, Keberlanjutan, dan Kebaruan.
"BSN hadir untuk mendengarkan, memahami, dan mendampingi nasabah dalam setiap perjalanan hidup mereka. Ini adalah janji kami kepada masyarakat untuk maju dan sejahtera bersama," imbuhnya. Dengan identitas baru ini, BSN menargetkan diri sebagai mitra keuangan keluarga yang berkah dan amanah, serta menjadi motor penggerak industri perbankan syariah nasional.
Simbol bintang dengan lima sudut melambangkan keadilan, keberkahan, keberagaman, keberlanjutan, dan kebaruan. Bintang juga menjadi simbol profesionalisme dan integritas dalam menjalankan prinsip syariah.
"Perjalanan ini baru saja dimulai. Kehadiran Bank Syariah Nasional bukan hanya untuk memenuhi kewajiban regulasi, tetapi memiliki amanah besar dalam memperluas akses layanan keuangan syariah, mendukung pembangunan nasional serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar