Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tengah merancang strategi jitu untuk memperkuat sinergi dengan 10 anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor keuangan. Langkah ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi bank BUMN tersebut, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan.

Related Post
Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu Retno K., mengungkapkan bahwa kontribusi signifikan dari anak perusahaan telah terlihat sejak pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM pada 2021. Hingga Juni 2025, kontribusi anak perusahaan terhadap laba BRI mencapai 8,77%, sementara terhadap aset, kontribusinya mencapai 10,79%.

"BRI memiliki aspirasi jangka panjang untuk memperkuat peran anak perusahaan. Mereka berperan dalam diversifikasi sumber pendapatan dan risiko, serta menyediakan layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi nasabah," jelas Viviana dalam paparan kinerja semester I-2025 secara virtual.
Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menambahkan bahwa BRI sebagai induk perusahaan akan mendorong transformasi pada model bisnis, manajemen risiko, dan sumber daya manusia di anak perusahaan. "Kami juga meningkatkan peran grup dengan menciptakan ekosistem close loop antara induk dan anak," ujarnya.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyoroti optimalisasi bisnis consumer banking yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pembiayaan kendaraan bermotor. BRI akan meningkatkan sinergi dengan BRI Multifinance (BRI Finance) untuk mendukung pertumbuhan otomotif, memanfaatkan potensi besar dari 80 juta nasabah BRI.
"Nasabah yang berpotensi membeli motor atau mobil dapat memanfaatkan pembiayaan dari BRI, sehingga prosesnya lebih mudah dan terintegrasi," terang Hery.
Dengan strategi ini, BRI berharap kontribusi laba dari anak perusahaan terus meningkat, mendukung pertumbuhan berkelanjutan bank secara keseluruhan. "BRI tidak hanya ingin menjadi kapal induk yang berdiri sendiri, tetapi juga memiliki banyak sekoci yang mendukung dan mengawal kapal induknya, sehingga BRI dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," pungkas Hery.
Sebagai informasi, 10 anak usaha BRI meliputi Pegadaian, PNM, BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), BRI Management Investasi (BRI-MI), BRI Ventures (BVI), dan BRI Global Financial Services Co. Ltd.
Pada semester I-2025, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp26,53 triliun, turun 11,25% year-on-year (yoy) dari Rp29,89 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar