haluannews.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal dengan kode saham WIKA, tengah melakukan langkah besar dalam upaya menata ulang struktur internal perusahaan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan melepas seluruh kepemilikan sahamnya pada anak usaha, PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyederhanaan portofolio investasi guna memperkuat fundamental grup di masa depan.

Related Post
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi divestasi ini dilakukan melalui skema transaksi afiliasi. WIKA bertindak sebagai pihak penjual, sementara seluruh saham yang dimiliki dialihkan kepada PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON). Transaksi penting ini tercatat telah dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2026.

Dalam rincian transaksinya, WIKA melepas sebanyak 50.917.600 lembar saham WINNER. Jumlah tersebut setara dengan 44,18% dari total seluruh saham yang diterbitkan oleh perusahaan energi tersebut. Nilai dari pengalihan saham ini mencapai Rp641.000.000. Dengan selesainya transaksi ini, struktur kepemilikan WINNER akan berubah secara signifikan, di mana WIKA REKON kini akan memegang kendali penuh atas saham tersebut.
Pihak manajemen WIKA menjelaskan bahwa langkah divestasi ini bukanlah keputusan tanpa alasan. Ini merupakan bagian dari program penataan atau streamlining yang sedang dijalankan oleh WIKA Grup secara menyeluruh. Tujuan utamanya adalah untuk mengoptimalkan portofolio investasi serta menyederhanakan struktur kepemilikan pada level anak perusahaan agar lebih efisien.
"Langkah ini merupakan bagian dari program penataan grup dalam rangka optimalisasi portofolio investasi dan penyederhanaan struktur kepemilikan Perseroan pada anak usaha," ungkap manajemen dalam keterangan resminya pada Senin (26/10/2026).
Selain untuk efisiensi, langkah strategis ini juga telah selaras dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tahun buku 2026. Manajemen berharap melalui restrukturisasi ini, koordinasi usaha di dalam grup dapat berjalan lebih efektif dan tata kelola perusahaan menjadi lebih solid. Dari sisi finansial, transaksi ini juga memberikan suntikan dana segar bagi perseroan sebesar Rp641 juta.
Menariknya, langkah berani WIKA ini disebut-sebut merupakan tindak lanjut dari arahan PT Danantara Asset Management, yang memegang peran sebagai pemegang saham mayoritas di WIKA. Hal ini mengindikasikan adanya upaya sinkronisasi kebijakan besar antara pemegang saham utama dengan manajemen operasional untuk membenahi kesehatan perusahaan.
WIKA juga memberikan jaminan kepada para investor bahwa transaksi afiliasi ini dilakukan dengan prinsip transparansi. Perusahaan menegaskan bahwa proses ini tidak mengandung benturan kepentingan, dijalankan sesuai dengan praktik bisnis yang wajar, dan yang paling penting, tidak akan merugikan kepentingan para pemegang saham publik. Langkah ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi pasar mengenai upaya serius WIKA dalam melakukan transformasi bisnis.










Tinggalkan komentar