Danantara Siapkan Dana 200 Triliun

Danantara Siapkan Dana 200 Triliun

haluannews.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) tengah bersiap melakukan langkah besar dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Lembaga pengelola investasi ini menargetkan untuk menyuntikkan dana segar sebesar Rp200 triliun atau setara dengan US$12 miliar untuk berbagai instrumen investasi pada tahun mendatang.

COLLABMEDIANET

Rencana ambisius ini bukan tanpa alasan. Dana jumbo tersebut diproyeksikan akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor strategis. Menariknya, sumber pendanaan utama untuk proyek raksasa ini tidak berasal dari APBN, melainkan bersumber dari keuntungan perusahaan negara.

Danantara Siapkan Dana 200 Triliun
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa mayoritas modal yang akan dikelola berasal dari setoran dividen yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan lembaga tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan operasional Danantara sangat bergantung pada efisiensi dan performa laba dari perusahaan-perusahaan negara.

"Investasi Danantara berasal dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN. Jadi tahun ini, setidaknya kami akan mengalokasikan Rp200 triliun kepada tim manajemen untuk segera diinvestasikan," ujar Dony dalam sambutannya di acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang digelar di Jakarta Selatan.

Dony juga menekankan bahwa kunci utama agar Danantara dapat terus bergerak secara berkelanjutan adalah tata kelola BUMN yang sehat dan transparan. Jika perusahaan-perusahaan negara mampu mencetak laba yang optimal, maka Danantara akan memiliki "amunisi" yang lebih besar untuk mendanai berbagai proyek di masa depan.

Dalam menjalankan mandatnya, Danantara membagi fokus investasinya melalui dua anak perusahaan utama. Pertama, Danantara Investment Management (DIM) yang dipimpin oleh Pandu Sjahrir, yang berfokus pada investasi bersifat komersial untuk mengejar profitabilitas. Kedua, Danantara Development Management Fund (DDMF) yang dipimpin oleh Sigit Puji Santosa, yang memiliki tugas khusus untuk membiayai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Terkait pembagian porsi anggaran, Sigit Puji Santosa memberikan gambaran bahwa fokus investasi tahun depan akan lebih condong pada sektor komersial. Berdasarkan proyeksi awal, sekitar 65% hingga 70% dari total dana akan dialokasikan melalui DIM untuk mengejar keuntungan pasar.

"Porsi saat ini memang lebih besar ke arah komersial, mungkin sekitar 65% sampai 70% di DIM karena kesiapan sektor tersebut. Namun, untuk investasi jangka panjang yang memiliki dampak strategis besar, itu akan dikelola oleh DDMF," jelas Sigit.

Saat ini, Danantara tengah merampungkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tahun 2027 guna memastikan setiap rupiah dari dana Rp200 triliun tersebut dapat tersalurkan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar