Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan ambisinya dalam memajukan ekosistem pembayaran digital nasional. Regulator moneter tersebut menargetkan perluasan jangkauan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) lintas batas hingga ke India, Hong Kong, dan Timor Leste pada tahun 2026. Langkah strategis ini diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam paparan hasil Rapat Deputi Gubernur (RDG) terbaru, menegaskan komitmen BI untuk memperkuat konektivitas pembayaran Indonesia di kancah global.

Related Post
"Kita juga perluas QRIS cross border di 2026 mentargetkan India, HongKong dan Timor Leste," ujar Filianingsih, seperti dikutip dari Haluannews.id. Saat ini, sistem pembayaran QRIS lintas negara telah berhasil terintegrasi dengan enam negara mitra, meliputi China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada jangkauan, melainkan juga tercermin dari peningkatan signifikan volume transaksi. Data BI menunjukkan, transaksi QRIS lintas batas, baik inbound maupun outbound, telah mencapai angka impresif Rp 2,28 triliun hingga saat ini, menandakan penerimaan yang kuat dari masyarakat dan pelaku ekonomi.

Selain ekspansi global, BI juga tidak melupakan penguatan ekosistem QRIS di dalam negeri melalui program "QRIS Jelajah 2026". Filianingsih menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi inklusi keuangan, dengan target ambisius menjangkau minimal 66% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Program ini akan diusung dengan tema menarik "jelajah kuliner nusantara bayar pakai QRIS", diharapkan dapat mendorong adopsi pembayaran digital di sektor UMKM dan sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner lokal.
Tren positif ini sejalan dengan pertumbuhan pesat transaksi pembayaran digital secara keseluruhan. Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet banking masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 15,92% (yoy) dan 22,95% (yoy). Khusus untuk transaksi QRIS, peningkatannya jauh lebih mencolok, mencapai 108,43% (yoy). Angka-angka ini mengindikasikan pergeseran perilaku konsumen yang masif menuju metode pembayaran non-tunai, serta efektivitas kebijakan BI dalam mendorong digitalisasi ekonomi.
Ekspansi QRIS, baik secara lintas batas maupun domestik, menjadi pilar penting dalam upaya BI mewujudkan sistem pembayaran yang modern, efisien, dan inklusif. Dengan target yang jelas dan dukungan pertumbuhan transaksi digital yang kuat, Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam inovasi pembayaran digital di kawasan.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar