Haluannews Ekonomi – Jakarta – Para investor PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) patut menyimak pernyataan terbaru dari pucuk pimpinan perusahaan telekomunikasi pelat merah ini. Direktur Utama TLKM, Dian Siswarini, baru-baru ini memberikan sinyal positif terkait prospek pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Indikasinya, rasio dan nominal dividen tahun ini setidaknya akan setara atau bahkan berpotensi melampaui capaian tahun sebelumnya.

Related Post
Pernyataan tersebut disampaikan Dian dalam sebuah pembaruan media di Kantor Telkom pada Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan bahwa usulan besaran dividen tidak akan lebih kecil dari tahun sebelumnya. Namun, keputusan final mengenai kebijakan dividen ini masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 8 Juni mendatang. "Usulannya tidak lebih kecil. Ini masih harus mendapatkan persetujuan shareholders melalui RUPS 8 Juni," ujar Dian, seperti dikutip dari Haluannews.id.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa komitmen perseroan dalam menjaga besaran dividen, bahkan sembari melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback), didasari oleh fundamental bisnis yang kokoh dan kekuatan arus kas perusahaan. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak semata-mata bergantung pada perolehan laba akuntansi, melainkan didasari oleh fundamental bisnis yang kuat. "Kami menjaga dividen juga melakukan buyback didasarkan kepada kekuatan arus kas dan fundamental bisnis. Bukan semata-mata laba, akuntansi kasnya nggak ada," jelasnya, memperkuat argumennya.
Menurut Dian, Telkom memiliki arus kas yang sangat solid, memungkinkan perseroan untuk terus memberikan imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham tanpa mengorbankan kebutuhan investasi strategis perusahaan. Ini menunjukkan bahwa Telkom berupaya menyeimbangkan antara pengembalian nilai kepada investor dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Sebagai informasi, Telkom membukukan laba bersih sebesar Rp17,8 triliun untuk tahun buku 2025, dengan margin laba bersih mencapai 12,1%. Sementara itu, normalized net income tercatat sebesar Rp22,7 triliun. Pada tahun sebelumnya, emiten telekomunikasi ini telah membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar 89% dari laba bersih, atau sejumlah Rp21 triliun, yang setara dengan Rp212,46 per saham.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar