Haluannews Ekonomi – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mengalami penurunan laba yang signifikan pada kuartal III-2025. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp31,92 miliar, merosot tajam 42,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp55,47 miliar. Penurunan ini menjadi sorotan utama di tengah upaya bank untuk meningkatkan kinerja.

Related Post
Kondisi ini dipicu oleh kenaikan beban bunga yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga. Pendapatan bunga Bank Maspion memang mengalami kenaikan tipis sebesar 2,52% menjadi Rp1,14 triliun. Namun, beban bunga melonjak 7,8% menjadi Rp635,09 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih terkoreksi 3,35% menjadi Rp511,92 miliar.

Peningkatan beban operasional lainnya juga turut membebani kinerja Bank Maspion. Meskipun pendapatan operasional lainnya melonjak 48,07% menjadi Rp61,02 miliar, beban operasional lainnya juga naik 7,6% menjadi Rp540,24 miliar. Selain itu, pendapatan nonoperasional bersih anjlok drastis 84,55% menjadi Rp895,18 miliar dari sebelumnya Rp5,79 triliun. Akibatnya, laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp33,60 miliar dari Rp74,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi intermediasi, Bank Maspion mencatatkan penurunan penyaluran kredit sebesar 9,1% menjadi Rp14,59 triliun. Hal ini berdampak pada penyusutan aset sebesar 2,02% menjadi Rp21,93 triliun. Penurunan rasio dana murah (CASA) dari 23% menjadi 22% juga menjadi perhatian. Giro terkikis 10,11% menjadi Rp1,76 triliun, meskipun tabungan naik 8,7%. Sementara itu, deposito naik tipis 1,77% menjadi Rp10,34 triliun.
Penurunan kinerja Bank Maspion ini menjadi sinyal bagi manajemen untuk melakukan evaluasi strategi dan mencari solusi untuk menekan beban bunga serta meningkatkan efisiensi operasional. Pasar akan terus memantau langkah-langkah yang akan diambil oleh Bank Maspion untuk memperbaiki kinerja di kuartal mendatang.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar