Haluannews Ekonomi – Rupiah kembali terpuruk! Hari ini, Senin (13/1/2025), mata uang Garuda ambles hingga menyentuh angka Rp 16.270 per dolar AS. Pelemahan tajam sebesar 0,55% ini terjadi hanya tujuh menit setelah perdagangan dibuka, diawali dengan penurunan 0,19% di angka Rp 16.210/US$. Penyebabnya? Data Non Farm Payroll (NFP) AS yang melampaui ekspektasi!

Related Post
Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan penciptaan 256.000 lapangan kerja baru di bulan Desember. Angka ini jauh melampaui prediksi pasar yang hanya sebesar 160.000. Kinerja pasar tenaga kerja AS yang begitu kuat ini memicu spekulasi bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan suku bunganya. Hal ini pun turut mendongkrak indeks dolar AS/DXY yang tetap stagnan di angka 109,65.

Meskipun sepanjang tahun 2024 penambahan lapangan kerja hanya mencapai 2,2 juta (rata-rata 186.000 per bulan), jauh di bawah angka 3 juta pada 2023 (rata-rata 251.000 per bulan), pasar tetap menilai data tersebut sebagai indikator kekuatan ekonomi AS. Kondisi ini diperkirakan akan terus menekan rupiah hingga ada tanda-tanda pelemahan indeks dolar AS.
Pasar juga tengah menanti keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan yang akan diumumkan pada Rabu (15/1/2025). Keputusan BI ini sangat dinantikan, mengingat pelemahan rupiah yang terjadi di tengah ketidakpastian politik dan geopolitik global. Akankah BI mengambil langkah untuk menahan laju pelemahan rupiah? Kita tunggu saja.









Tinggalkan komentar