Rahasia Tetap Tangguh Saat IHSG Anjlok

Rahasia Tetap Tangguh Saat IHSG Anjlok

haluannews.id – Kondisi pasar modal Indonesia yang sedang mengalami fluktuasi tajam menjadi ujian berat bagi para pelaku pasar. Di tengah ketidakpastian pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan tren penurunan signifikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pesan penting bagi seluruh investor agar tidak mudah goyah.

COLLABMEDIANET

OJK menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar bukanlah sekadar memiliki modal yang besar, melainkan memiliki ketahanan mental atau resiliensi yang kuat. Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto Suwarno, mengungkapkan bahwa menjadi investor yang tangguh justru lahir dari pengalaman menghadapi kerugian. Menurutnya, tidak ada investor sukses yang tidak pernah merasakan pahitnya penurunan nilai aset.

Rahasia Tetap Tangguh Saat IHSG Anjlok
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam sebuah kesempatan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Edi mengingatkan bahwa pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi global maupun sentimen pasar yang seringkali tidak terduga. Oleh karena itu, investor dituntut untuk tidak hanya memperdalam pengetahuan teknis, tetapi juga harus mampu mengendalikan emosi saat menghadapi risiko.

"Kita harus tetap tangguh. Jangan terburu-buru membeli saham hanya karena melihat orang lain sedang meraup keuntungan besar. Sebaliknya, jangan pula mengambil keputusan secara panik ketika pasar sedang mengalami penurunan tajam," tegas Edi.

Ia menjelaskan bahwa investor yang berkualitas adalah mereka yang mampu mengambil keputusan secara rasional, tetap disiplin pada rencana awal, dan memahami risiko yang mereka ambil. Ketahanan ini dapat dibangun dengan menetapkan tujuan investasi yang jelas sejak awal. Selain itu, strategi seperti menyiapkan dana darurat, melakukan diversifikasi portofolio, serta berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing menjadi fondasi yang sangat krusial.

"Yang perlu kita bangun bukan sekadar keberanian untuk terjun ke dunia investasi, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi risiko yang menyertai investasi tersebut," tambahnya.

Kondisi pasar saat ini memang sedang tidak dalam kondisi ideal. Jika menilik data secara year to date (YTD), IHSG tercatat telah mengalami penurunan yang cukup dalam, yakni mencapai 31,27%. Padahal, pada awal tahun Januari, indeks sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di angka 9.174,47.

Penurunan ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar. Saat ini, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.452 triliun. Angka ini menunjukkan penyusutan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan pencapaian pada Desember 2025, di mana kapitalisasi pasar sempat menyentuh angka Rp16.000 triliun. Secara keseluruhan, nilai kapitalisasi pasar telah menyusut sebesar Rp5.548 triliun atau sekitar 34,68% dibandingkan level tertingginya tahun lalu. Situasi ini menjadi pengingat bagi para investor untuk tetap waspada dan tetap menggunakan strategi yang terukur dalam mengelola aset mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar