BUMN Tak Boleh Cuma Kejar Cuan Saja

BUMN Tak Boleh Cuma Kejar Cuan Saja

haluannews.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memberikan peringatan keras sekaligus arahan baru bagi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Perusahaan pelat merah kini dituntut untuk tidak lagi terjebak dalam pola pikir lama yang hanya mengejar keuntungan finansial atau laba semata. Sebaliknya, Danantara menekankan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama yang setara dengan pencapaian ekonomi.

COLLABMEDIANET

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keberlanjutan sebuah perusahaan negara sangat bergantung pada seberapa baik mereka melayani publik. Menurutnya, di era persaingan yang semakin ketat, kinerja finansial yang mentereng tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan kepuasan masyarakat sebagai pengguna jasa.

BUMN Tak Boleh Cuma Kejar Cuan Saja
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Hari ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah dalam urusan angka. Yang jauh lebih penting adalah membangun pola pikir bahwa kualitas pelayananlah yang akan membuat perusahaan kita mampu bertahan dalam jangka panjang," ujar Dony dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).

Lebih lanjut, Dony mengusulkan sebuah perubahan radikal dalam sistem penilaian kinerja para petinggi BUMN. Ia berpendapat bahwa indikator keberhasilan seorang Direktur Utama atau jajaran direksi tidak boleh hanya diukur dari laporan laba rugi di atas kertas. Parameter baru yang ia tawarkan adalah sejauh mana para pemimpin tersebut mampu meningkatkan standar pelayanan publik di sektor yang mereka kelola. Bagi Danantara, pelayanan yang prima adalah bentuk kontribusi nyata BUMN dalam membangun bangsa.

Menanggapi arahan strategis tersebut, PT Jasa Marga (Perseroan) Tbk. (JSMR) memberikan respons positif. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa pihaknya siap mengevaluasi sekaligus memperkuat transformasi layanan yang tengah berjalan. Ia menjelaskan bahwa Jasa Marga kini tengah melakukan pergeseran paradigma besar-besaran, dari yang semula berfokus pada pembangunan infrastruktur (infrastructure) menuju pengembangan budaya layanan (infraculture).

Dalam konsep infraculture ini, Jasa Marga menempatkan pengalaman dan kebutuhan pengguna jalan sebagai jantung dari pengelolaan jalan tol. Rivan menekankan bahwa membangun jalan tol yang megah dan canggih saja tidaklah cukup. Keberhasilan sebuah perusahaan infrastruktur harus bisa dirasakan langsung melalui pengalaman nyata masyarakat saat berada di lapangan.

"Dengan beban operasional yang melayani rata-rata 3,5 juta kendaraan setiap harinya, kami memiliki tanggung jawab besar. Kami harus memastikan setiap aspek perjalanan, mulai dari kemudahan akses informasi, keandalan operasional, hingga kecepatan respons petugas saat terjadi kendala di jalan, semuanya harus memberikan pengalaman yang memuaskan," ungkap Rivan.

Jasa Marga sendiri baru saja meraih penghargaan CX100 Award 2026 dari Danantara Indonesia, sebuah pengakuan atas upaya transformasi layanan mereka. Rivan menambahkan bahwa untuk menjaga konsistensi ini, seluruh karyawan atau yang dikenal sebagai ‘Roadster Jasa Marga’ harus memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang tinggi.

Ia menutup dengan komitmen bahwa melalui penguatan operasional, inovasi digital, dan budaya kerja yang berorientasi pada pelanggan, Jasa Marga akan terus berupaya menghadirkan perjalanan yang tidak hanya lancar, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar