Strategi Institusi Dongkrak Pendapatan Blibli

Strategi Institusi Dongkrak Pendapatan Blibli

haluannews.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), atau yang lebih dikenal dengan merek Blibli, menunjukkan performa finansial yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan e-commerce dan ritel terintegrasi ini berhasil membukukan pendapatan konsolidasi yang mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp14,83 triliun selama periode semester I-2026.

COLLABMEDIANET

Lonjakan pendapatan yang signifikan ini tidak terjadi begitu saja. Berdasarkan laporan terbaru, motor penggerak utama di balik pertumbuhan pesat ini adalah segmen institusi atau korporat. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih agresif dibandingkan dengan segmen bisnis lainnya, menandakan pergeseran strategi perusahaan yang mulai efektif menyasar pasar B2B (business-to-business).

Strategi Institusi Dongkrak Pendapatan Blibli
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Chief Corporate Officer and Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menjelaskan bahwa keberhasilan di segmen institusi merupakan bukti nyata dari tingginya kepercayaan para klien korporat. Menurutnya, perusahaan telah berhasil membuktikan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan pengadaan barang yang kompleks dan berskala besar.

"Kami mampu menyediakan portofolio produk yang sangat luas, yang kemudian didukung oleh sistem distribusi yang mumpuni. Hal inilah yang membuat klien korporat merasa aman bertransaksi dengan kami," ujar Eric dalam sesi Public Expose Tahunan 2026 yang digelar pada Rabu (14/10/2026).

Lebih lanjut, Eric menekankan bahwa fokus perusahaan pada segmen institusi tidak hanya sekadar mengejar angka pertumbuhan volume transaksi semata. Blibli berkomitmen untuk menjaga kualitas pertumbuhan tersebut dengan sangat ketat. Strategi yang diterapkan meliputi penjagaan margin keuntungan, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengelolaan modal kerja (working capital) yang sangat disiplin.

Ke depan, Blibli berencana untuk mempererat hubungan dengan para mitra institusi yang sudah ada sekaligus memperluas jangkauan solusi layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap klien. Langkah ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dalam mengejar target profitabilitas yang berkelanjutan.

Jika menilik data historis, pencapaian Rp14,8 triliun pada semester I-2026 ini merupakan lompatan besar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana pendapatan hanya berada di angka Rp9,59 triliun. Tren pertumbuhan dua digit yang solid ini terlihat merata di seluruh lini usaha, terutama pada sektor institusi dan toko fisik.

Efisiensi perusahaan juga terlihat dari kenaikan take rate yang meningkat menjadi 9% pada semester I-2026, naik dari 8,6% pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh performa kuat pada segmen Ritel 1P dan Ritel 3P, yang berujung pada pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (GPBD) sebesar 17% secara tahunan (yoy).

Selain itu, Blibli juga berhasil menekan beban operasional konsolidasian terhadap TPV dari 7,2% menjadi 6,3%. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 170 bps secara yoy. Keberhasilan ini juga didukung oleh ekspansi strategi omnichannel Blibli yang kini mengelola ratusan gerai, mulai dari toko elektronik, supermarket premium, hingga pusat pengalaman home and living.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar