Haluannews Ekonomi – Ancaman gejolak ekonomi dan ketidakpastian geopolitik global kini membayangi kinerja sektor properti di Indonesia, khususnya segmen MICE (Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions) serta perhotelan. Pelemahan daya beli masyarakat menjadi faktor krusial yang menekan laju bisnis di sektor-sektor tersebut.

Related Post
Meski demikian, di tengah bayang-bayang tantangan tersebut, Pollux Hotels Group, entitas bisnis properti yang menaungi hotel, mal, apartemen, kawasan industri, dan perumahan tapak, menyatakan sikap optimistis. Presiden Direktur Pollux Hotels Group, Handojo Koentoro Setyadi, menegaskan bahwa perusahaannya siap menghadapi berbagai dinamika bisnis yang diproyeksikan hingga tahun 2026.

Data kinerja tahun 2025 menunjukkan adanya disparitas. Setyadi merinci, bisnis hotel Pollux mengalami koreksi sebesar 5%, sementara segmen apartemen cenderung stagnan, mencerminkan dampak langsung dari tekanan daya beli. Kontrasnya, unit bisnis pusat perbelanjaan (mal) dan sektor makanan & minuman (F&B) justru berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid, menunjukkan resiliensi di segmen tertentu. Tidak gentar dengan kondisi pasar, PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) telah mematok target ambisius untuk tahun 2026. Perusahaan berencana melanjutkan ekspansi bisnis hotelnya, dengan fokus pada pengembangan di Cikarang dan Semarang.
Bagaimana strategi adaptif Pollux Properti Indonesia dalam menavigasi tantangan ekonomi 2026 dan merealisasikan target ekspansinya? Pembahasan mendalam mengenai hal ini dapat disimak dalam dialog eksklusif Haluannews.id, program Closing Bell, bersama Presiden PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL), Handojo Koentoro Setyadi, yang tayang pada Rabu, 4 Maret 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar