SINI Gegerkan Pasar! Rights Issue Jumbo Demi Tambang Batu Bara Prajogo?

SINI Gegerkan Pasar! Rights Issue Jumbo Demi Tambang Batu Bara Prajogo?

Haluannews Ekonomi – PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), entitas holding yang sebelumnya dikenal di sektor akomodasi, membuat gebrakan signifikan dengan mengumumkan rencana aksi korporasi jumbo. Perseroan akan menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue guna memperkokoh struktur permodalan sekaligus melakukan ekspansi anorganik ke sektor pertambangan batu bara. Target akuisisinya adalah PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), sebuah entitas yang bernaung di bawah PT Petrosea Tbk. (PTRO), yang dikenal sebagai bagian dari gurita bisnis Prajogo Pangestu.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, manajemen SINI merinci bahwa dana yang berhasil dihimpun dari rights issue ini akan dialokasikan untuk tiga prioritas utama: mengakuisisi seluruh atau sebagian besar saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), melakukan pelunasan sebagian kewajiban utang lebih awal, serta memperkuat modal kerja operasional perusahaan.

SINI Gegerkan Pasar! Rights Issue Jumbo Demi Tambang Batu Bara Prajogo?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

SINI berencana menerbitkan hingga 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar. Jika harga pelaksanaan ditetapkan pada level Rp5.000 per saham, potensi dana segar yang bisa diraih perseroan diperkirakan mencapai sekitar Rp3,61 triliun. Ini menandai salah satu rights issue terbesar yang dilakukan oleh emiten di sektor non-tradisional pertambangan.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp1,73 triliun akan dialokasikan khusus untuk mengambil alih 507,38 juta saham KMS, yang merepresentasikan 99,995% dari total kepemilikan saham perusahaan tambang tersebut dari PT Petrosea Tbk.

Manajemen SINI optimis bahwa aksi korporasi strategis ini akan membawa dampak positif signifikan terhadap fundamental keuangan perseroan. Perbaikan kondisi keuangan diproyeksikan mencakup penguatan ekuitas, peningkatan rasio likuiditas, serta efisiensi beban bunga melalui percepatan pelunasan sebagian pinjaman yang ada.

Setelah pelaksanaan rights issue dan akuisisi, proyeksi keuangan SINI menunjukkan lonjakan aset yang signifikan, dari Rp1,57 triliun menjadi Rp4 triliun. Lebih krusial lagi, ekuitas perseroan diperkirakan akan berbalik arah dari posisi negatif Rp687 miliar menjadi positif Rp1,54 triliun, sebuah transformasi yang menunjukkan perbaikan kesehatan finansial yang drastis.

Indikator solvabilitas perusahaan juga diprediksi akan menguat. Rasio liabilitas terhadap aset, yang sebelumnya berada di angka 1,44 kali, diperkirakan akan membaik secara substansial menjadi 0,62 kali pasca-rampungnya seluruh rangkaian aksi korporasi ini.

Akuisisi KMS, menurut manajemen SINI, merupakan langkah strategis yang selaras dengan visi perseroan untuk mendiversifikasi portofolio bisnis ke sektor pertambangan batu bara. Sektor ini dinilai masih menawarkan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, didorong oleh tingginya permintaan global dari pasar-pasar utama seperti Tiongkok dan India, serta peningkatan kebutuhan energi listrik di dalam negeri.

"Sebagai perusahaan holding, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan bisnis dalam jangka panjang, dan mengoptimalkan nilai bagi seluruh pemegang saham di masa depan," demikian pernyataan manajemen SINI dalam keterbukaan informasi yang dikutip Haluannews.id pada Kamis (16/4/2026). "Ini akan kami capai melalui investasi strategis pada bidang usaha yang memiliki potensi pertumbuhan signifikan," tambahnya.

Rencana rights issue ini masih harus melalui proses persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Setelah mendapatkan restu dari para pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), barulah aksi penambahan modal ini dapat dieksekusi.

Penting untuk dicatat bahwa akuisisi KMS ini masuk dalam kategori transaksi material dan transaksi afiliasi. Hal ini karena nilai transaksinya mencapai 110,27% dari total aset perseroan, berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, menunjukkan skala dan signifikansi aksi korporasi ini bagi SINI.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar