Danareksa Segera Kuasai Pasar Investasi

Danareksa Segera Kuasai Pasar Investasi

haluannews.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara BPI Danantara bersiap menuntaskan pembentukan holding investasi Badan Usaha Milik Negara BUMN. Langkah strategis ini akan menyatukan seluruh Manajer Investasi MI milik bank-bank BUMN di bawah payung PT Danareksa Persero yang ditargetkan rampung pada Juni 2026. Konsolidasi ini diproyeksikan bakal mengubah peta industri manajemen aset di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa proses integrasi para Manajer Investasi akan rampung bulan ini. "Penggabungan MI-MI bulan ini dong," ujarnya usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Senin 8 Juni 2026. Ini berarti empat entitas besar yakni PT Mandiri Manajemen Investasi PT BRI Manajemen Investasi PT BNI Asset Manajemen dan PT PNM Investment Manajemen akan dilebur menjadi satu kekuatan baru di bawah kendali Danareksa.

Danareksa Segera Kuasai Pasar Investasi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dony menambahkan bahwa proses spin-off Danareksa telah berjalan lancar dan semakin menunjukkan hasil positif. Sebelumnya Dony menjelaskan bahwa Danareksa akan kembali pada esensi aslinya sebagai perusahaan pengelola aset meninggalkan model bisnis lama yang terlalu beragam. "Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management kembali ke khitahnya dia jadi nanti dari hasil merger yang empat kan teman-teman lihat tuh ada empat asset management kita itu akan menjadi Danareksa," ungkapnya saat ditemui di kawasan Kilang Pertamina Cilacap Rabu 29 April 2026.

Lebih lanjut Dony memaparkan bahwa Danareksa tidak lagi menjadi holding dengan portofolio bisnis yang "gado-gado" atau multi-sektor. Sebelumnya Danareksa memiliki lini bisnis yang sangat bervariasi mulai dari proyek karya pengelolaan aset negara melalui PPA jasa keuangan hingga kawasan industri. Ke depan seluruh lini tersebut akan direstrukturisasi dipilah berdasarkan kesamaan bisnis dan dipisahkan dari Danareksa untuk menciptakan fokus yang lebih tajam.

Dengan integrasi Manajer Investasi Himbara ini total dana kelolaan atau Assets Under Management AUM diproyeksikan mencapai angka fantastis Rp185 triliun. Transformasi fundamental ini diperkirakan akan mengukuhkan posisi Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Tanah Air. "Dia Danareksa tidak holding lagi. Tapi menjadi merger menjadi satu company yang kuat dan itu akan menjadi asset management yang nomor dua terbesar. Sebagai gambaran dana kelolaan MI Himbara saat ini mencapai Rp 185 triliun," jelas Dony.

Pergeseran model bisnis dari holding multi-sektor menjadi perusahaan pengelola aset yang terfokus ini diharapkan pemerintah dapat menjadikan Danareksa beroperasi lebih efisien kuat dan mampu mengoptimalkan nilai aset negara secara lebih profesional demi kemajuan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar