Bikin Melongo! Laba PGE Meroket Triliunan, Incar Pendanaan Murah!

Bikin Melongo! Laba PGE Meroket Triliunan, Incar Pendanaan Murah!

Haluannews Ekonomi – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menutup tahun buku 2025 dengan torehan kinerja keuangan yang gemilang. Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan signifikan sebesar 6,29% (yoy) menjadi USD 432,73 juta, setara dengan sekitar Rp 7,35 triliun. Tak hanya itu, laba bersih PGEO juga melonjak impresif, mencapai sekitar Rp 2,3 triliun, menunjukkan efektivitas strategi bisnis di tengah dinamika pasar energi.

COLLABMEDIANET

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy, Yurizki Rio, dalam wawancara eksklusif dengan Haluannews.id pada Kamis (16/04/2026), mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan periode yang "menarik" bagi perseroan. Produksi energi panas bumi PGEO tumbuh 5,6%, menembus angka 5.095 Giga Watt-hour (GWh). Pencapaian impresif ini didorong oleh beroperasinya aset baru Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW, serta kontribusi tambahan dari PLTP Ulubelu dan PLTP Karaha. Efisiensi operasional melalui minimalisasi perawatan rutin juga turut menjadi kunci keberhasilan dalam peningkatan produksi.

Bikin Melongo! Laba PGE Meroket Triliunan, Incar Pendanaan Murah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menatap tahun 2026, PGEO menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) yang lebih strategis dan berhati-hati, menyikapi gejolak dan ketidakpastian ekonomi global. Anggaran capex yang disiapkan mencapai USD 209 juta. Mayoritas, sebesar USD 158 juta, dialokasikan untuk pengembangan proyek-proyek strategis yang akan menopang pertumbuhan jangka panjang. Sementara itu, sekitar USD 51 juta akan digunakan untuk menjaga keandalan dan keberlanjutan operasional aset yang sudah ada, memastikan pasokan energi tetap optimal.

Untuk memperkuat struktur pendanaan dan mendukung ekspansi proyek, PGEO gencar mencari skema pendanaan murah. Salah satu strategi utamanya adalah melalui kerja sama Government-to-Government (G2G) untuk empat proyek panas bumi. Inisiatif ini melibatkan koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menandakan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan energi terbarukan dan transisi energi di Indonesia. Yurizki Rio menambahkan, strategi pendanaan ini krusial untuk memastikan ekspansi PGEO dapat terus berjalan optimal tanpa membebani keuangan perseroan di tengah tantangan global. Dialog lengkap mengenai target dan kinerja keuangan PGEO dapat disimak kembali dalam program Squawk Box Haluannews.id.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar