Terungkap! Dalang di Balik Anjloknya IHSG Menurut Menkeu

Terungkap! Dalang di Balik Anjloknya IHSG Menurut Menkeu

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk dalam sesi perdagangan terbaru, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Menanggapi volatilitas pasar modal yang signifikan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara, menuding maraknya isu dan rumor negatif di tengah masyarakat sebagai pemicu utama ambruknya kinerja bursa saham domestik.

COLLABMEDIANET

"Ini semua karena banyak isu-isu negatif yang beredar," tegas Purbaya saat dijumpai di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Ia menambahkan, desas-desus negatif di kancah domestik bahkan telah memicu keraguan dari beberapa lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. "Saya menduga, rumor-rumor di dalam negeri ini yang membuat S&P, misalnya, ketika datang ke sini, langsung muncul isu akan ada penurunan peringkat. Padahal, saya baru akan bertemu mereka nanti malam," jelasnya.

Terungkap! Dalang di Balik Anjloknya IHSG Menurut Menkeu
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Purbaya menegaskan bahwa jika dilihat dari fundamental fiskal Tanah Air, tidak ada kendala berarti yang dapat memicu koreksi pasar sedalam ini. "Kalau melihat kondisi fiskal kita, saya sih tidak ada masalah," imbuhnya, berusaha menenangkan pasar.

Ia pun meminta para pelaku pasar dan investor untuk tidak perlu cemas berlebihan terhadap situasi pasar modal saat ini. Menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang kokoh. Purbaya menilai, longsornya IHSG lebih disebabkan oleh aksi jual panik sebagai respons investor terhadap rumor, namun kondisi ini diperkirakan hanya bersifat jangka pendek.

"Jangan takut, fundamental ekonomi kita bagus. Jadi ini mungkin hanya kepanikan sesaat. Fundamental ekonomi kita kuat, tidak ada masalah," tuturnya.

Ketahanan ekonomi Indonesia, lanjut Purbaya, juga tercermin dari kinerja penerimaan pajak dan perputaran ekonomi yang stabil. Daya beli masyarakat dianggap masih sangat baik, didukung oleh tingkat konsumsi yang solid. "Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kan kosong. Ternyata Jakarta juga ramai. Saya tidak ke mana-mana, saya jalan-jalan ke Jakarta, ramai juga. Jadi memang masih kuat. Daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Jadi tidak usah takut kita akan jeblok atau apa," ungkapnya.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat, Purbaya optimistis IHSG akan segera bangkit dan kembali menguat. "Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," pungkasnya.

Sebagai informasi, IHSG memang mengalami hari yang berat pada Rabu (3/6/2026). Dalam 5,5 jam perdagangan, indeks acuan ini membukukan sejumlah catatan buruk. IHSG ditutup pada level 5.941,07, anjlok 4,11% dari penutupan hari sebelumnya. Bahkan, di tengah sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh 5.842,00, level terendah sejak 31 Mei 2021, ketika pandemi COVID-19 varian Delta melanda Indonesia.

Ini merupakan kontras tajam dari puncak historisnya di 9.134,70 yang dicapai pada 20 Januari 2026. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, IHSG telah mengalami koreksi ekstrem sebesar 34,96% dari puncaknya, sebuah sinyal volatilitas pasar yang mengkhawatirkan. Data pergerakan pasar yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan betapa cepatnya sentimen negatif dapat membalikkan arah pasar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar