Terungkap Antam Bakal Cuan Besar Usai Dividen

Terungkap Antam Bakal Cuan Besar Usai Dividen

haluannews.id – PT Aneka Tambang Tbk ANTM baru saja mengukir sejarah dengan menggelontorkan dividen fantastis senilai Rp 5,04 triliun atau setara Rp 210 per saham dari laba buku tahun 2025. Keputusan monumental ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST pada Rabu 10 Juni 2026. Lantas bagaimana prospek emiten tambang pelat merah ini ke depan usai bagi-bagi keuntungan jumbo tersebut

COLLABMEDIANET

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan bahwa secara fundamental Antam memiliki fondasi keuangan yang sangat kokoh. Hal ini didukung oleh struktur neraca yang sehat serta likuiditas yang melimpah. Konsistensi Antam dalam membagikan dividen juga menjadi cerminan komitmen perseroan dalam memaksimalkan nilai bagi para pemegang saham sekaligus menunjukkan kekuatan arus kas operasional perusahaan.

Terungkap Antam Bakal Cuan Besar Usai Dividen
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ke depan profitabilitas Antam diprediksi akan tetap terjaga berkat efisiensi biaya operasional yang terus digalakkan serta optimalisasi volume produksi pada komoditas inti mereka" jelas Nafan kepada haluannews.id Jumat 12 Juni 2026.

Menurut Nafan masa depan Antam kian berkilau. Sentimen gejolak geopolitik dan kondisi makroekonomi yang tak menentu justru memicu kenaikan harga emas dunia. Kebijakan suku bunga acuan dari The Fed yang akan datang juga diharapkan mampu menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Kondisi ini diperkirakan akan membuat margin laba dari segmen pengolahan logam mulia Antam sangat kuat sepanjang tahun 2026.

Tak hanya itu regulasi pemerintah terkait pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik juga akan menjadi angin segar bagi kinerja Antam. Pasalnya Antam turut berfokus pada bisnis nikel dan feronikel yang mampu menciptakan nilai tambah signifikan bagi perusahaan. Melalui Indonesia Battery Corporation IBC Antam bahkan berkolaborasi dengan raksasa seperti CATL dan LG Energy Solution untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air. Kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap ekspor bahan mentah justru menguntungkan Antam karena mereka telah memiliki fasilitas smelter feronikel yang sudah terbangun kokoh.

Nafan juga menyoroti tren positif program cicil emas yang diminati publik. Sebagai produsen emas batangan Logam Mulia terbesar di Indonesia dengan sertifikasi London Bullion Market Association LBMA Antam memiliki modal kuat baik dari sisi hulu maupun hilir. "Banyak institusi perbankan pegadaian maupun platform digital yang menyediakan layanan cicil emas menyerap pasokan emas batangan mereka langsung dari Antam untuk menjaga standar kualitas dan kepercayaan nasabah. Ini tentu memperluas basis pasar ritel domestik Antam" imbuhnya.

Senada Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi juga menegaskan fundamental Antam yang solid berkat diversifikasi bisnisnya pada emas nikel dan alumina. Keputusan pembagian dividen tunai sebesar Rp 5,04 triliun menjadi bukti nyata arus kas perusahaan yang sehat.

"Prospek masih sangat positif. Katalisnya berasal dari harga emas yang masih di atas US$ 4.000 proyek SGAR yang beroperasi dan pelemahan rupiah yang menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS" ungkap Wafi.

Wafi menambahkan program Cicil Emas akan berdampak langsung terhadap Antam karena berpotensi memperoleh margin lebih tinggi dari volume penjualan. Kontribusi segmen emas sendiri mencapai lebih dari 60% terhadap total pendapatan Antam. Emiten ini juga masih menjadi representasi utama saham emas di pasar Indonesia dengan keunggulan sebagai BUMN yang menguasai pangsa pasar emas terbesar baik di sektor hulu sebagai produsen maupun di sektor hilir sebagai penjual emas batangan.

"Ya Antam adalah proxy emas terbaik di BEI. Lebih dari 60% pendapatan dari emas. Segmen nikel dan alumina juga menjadi penyangga tambahan saat harga emas terkoreksi" tegas Wafi.

Untuk masa depan Wafi menyarankan Antam untuk mengawal persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya RKAB memastikan produksi berjalan sesuai rencana melakukan strategi lindung nilai hedging sebagian pendapatan saat harga tinggi serta menekan biaya operasional All In Sustaining Cost AISC secara efisien. Bagi investor pemegang saham Antam penting untuk terus memantau perkembangan harga emas dunia dan kurs rupiah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar