Haluannews Ekonomi – Gelombang kecerdasan buatan (AI) dan dinamika warisan keluarga telah memicu lonjakan jumlah miliarder muda di seluruh dunia. Laporan terbaru Haluannews.id menyoroti fenomena menarik: sebanyak 35 individu dari Generasi Z, yang belum genap berusia 30 tahun, kini tercatat memiliki kekayaan minimal satu miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 17 triliun per orang.

Related Post
Angka ini memang masih terbilang minoritas, hanya sekitar 1% dari total 3.428 miliarder global yang terdaftar dalam Forbes World’s Billionaires terbaru. Namun, porsinya menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 0,6%, menandakan pergeseran tren demografi dalam lanskap kekayaan global.

Para miliarder belia ini mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari beragam sektor bisnis, mulai dari jaringan apotek, pemasok perlengkapan pipa, pasar prediksi, hingga perusahaan teknologi mutakhir berbasis kecerdasan buatan. Menariknya, meskipun mayoritas masih berasal dari jalur warisan keluarga, terdapat rekor baru dengan 12 miliarder muda yang berhasil membangun kekayaan mereka sendiri dari nol, menunjukkan semangat kewirausahaan yang kuat di kalangan Gen Z.
Inovasi AI Lahirkan Miliarder Mandiri Termuda
Kisah sukses paling mencolok datang dari sektor AI. Tiga pendiri startup perekrutan berbasis AI, Mercor, yakni Surya Midha, Brendan Foody, dan Adarsh Hiremath, masing-masing berusia 22 tahun dan mengantongi kekayaan sekitar US$2,2 miliar. Foody mengungkapkan bahwa pencapaian ini terasa "sangat tidak nyata" dan melampaui ekspektasi mereka.
Midha, yang beberapa bulan lebih muda dari kedua rekannya, kini menyandang gelar miliarder mandiri termuda di dunia, mengambil alih posisi dari pendiri Scale AI, Alexandr Wang, yang memegang rekor itu tahun lalu. Ketiga pendiri Mercor, yang juga merupakan penerima program Thiel Fellowship, bahkan mencatat sejarah baru sebagai miliarder mandiri termuda yang pernah masuk daftar Forbes, mengalahkan rekor Mark Zuckerberg yang pertama kali masuk daftar pada usia 23 tahun sekitar dua dekade silam.
Selain itu, daftar tahun ini juga memperkenalkan miliarder perempuan mandiri termuda yang baru. Ia adalah Luana Lopes Lara, mantan balerina asal Brasil berusia 29 tahun yang juga lulusan Massachusetts Institute of Technology. Lopes Lara adalah salah satu pendiri perusahaan pasar prediksi Kalshi, menggantikan Lucy Guo dari Scale AI yang sebelumnya memegang gelar tersebut. Pendiri Kalshi lainnya, Tarek Mansour, juga turut masuk dalam daftar miliarder muda baru tahun ini. Secara keseluruhan, 17 miliarder baru berusia di bawah 30 tahun muncul, dengan 11 di antaranya membangun kekayaan mereka sendiri, sebagian besar dari sektor kecerdasan buatan.
Nama-nama lain dari sektor AI yang juga masuk daftar adalah Fabian Hedin dari Swedia, yang mendirikan startup AI coding Lovable pada usia 26 tahun, serta para pendiri startup AI coding Cursor, Michael Truell dan Aman Sanger, masing-masing berusia 25 tahun. Arvid Lunnemark, yang kini berusia 26 tahun, juga masuk daftar meskipun sudah tidak lagi di perusahaan tersebut.
Warisan Keluarga dan Dominasi Eropa
Di sisi lain spektrum, Amelie Voigt Trejes, 20 tahun, dinobatkan sebagai miliarder termuda di dunia. Kekayaannya bersumber dari warisan perusahaan mesin industri Brasil WEG, yang didirikan oleh kakeknya, Werner Ricardo Voigt, pada tahun 1961. Amelie bahkan lebih muda dari saudara kembarnya, Pedro dan Felipe Voigt Trejes, serta tujuh minggu lebih muda dari pewaris farmasi asal Jerman, Johannes von Baumbach, yang kini menjadi miliarder termuda kedua di dunia.
Beberapa miliarder muda lain yang memperoleh kekayaan melalui warisan termasuk pewaris kerajaan kacamata Italia Essilor Luxottica, Clemente Del Vecchio (21 tahun), serta Kim Jung-youn dari Korea Selatan yang mewarisi kekayaan dari industri gim daring bersama kakaknya.
Secara geografis, delapan dari miliarder muda ini adalah warga negara Amerika Serikat, dan semuanya membangun kekayaan mereka sendiri. Tiga lainnya, termasuk Lopes Lara, kini tinggal di AS. Sementara itu, 13 miliarder muda berdomisili di Eropa, dengan sebagian besar memperoleh kekayaan melalui warisan, dan enam lainnya berada di Asia.
Secara total, kekayaan gabungan dari 35 miliarder muda ini mencapai sekitar US$92,4 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$152,3 miliar. Penurunan tersebut antara lain karena beberapa miliarder muda dengan kekayaan sangat besar dari daftar tahun lalu, seperti pewaris Red Bull Mark Mateschitz dan salah satu pendiri Stripe John Collison, kini telah melewati batas usia kategori tersebut.
Fenomena ini menggarisbawahi bagaimana inovasi teknologi dan struktur warisan keluarga terus membentuk peta kekayaan global, dengan Generasi Z kini menjadi pemain yang semakin signifikan dalam ekonomi dunia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar