Haluannews Ekonomi – Peluncuran mobil listrik penuh pertama Ferrari, Luce, dengan banderol harga fantastis 550 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar, pada Senin (25/5/2026) lalu, sontak mengguncang pasar global. Reaksi investor tak terhindarkan; saham produsen otomotif mewah asal Italia ini anjlok tajam 8% di Bursa Milan sehari setelah perkenalan. Sentimen negatif juga meluas di media sosial, dengan banyak kritik tertuju pada desain model anyar tersebut. Namun, CEO Ferrari, Benedetto Vigna, tak tinggal diam dan segera memberikan pembelaan strategis.

Related Post
Dalam forum diskusi yang digelar di Modena, Italia, Kamis (28/5/2026), Vigna menegaskan bahwa harga Luce sepadan dengan terobosan inovasi dan teknologi yang disematkan. Ia menilai banyak pihak keliru memahami arah pengembangan Ferrari pasca-peluncuran kendaraan listrik ini. "Kami tidak akan sepenuhnya mengganti seluruh mesin konvensional dengan kendaraan listrik," ujar Vigna, dikutip dari Haluannews.id, mengklarifikasi bahwa Luce hadir sebagai bagian dari babak baru perusahaan yang progresif, tanpa sedikit pun mengikis identitas utama Ferrari sebagai ikon produsen mobil sport premium.

Vigna juga menepis anggapan bahwa mobil listrik Ferrari dapat disamakan dengan kendaraan listrik dari Tiongkok maupun merek lain. Ia menantang publik untuk melihat langsung Luce guna memahami perbedaan fundamentalnya dibandingkan mobil listrik lain di pasar. Kontroversi desain Luce bahkan menarik perhatian mantan bos Ferrari hingga Menteri Perhubungan Italia. Meski demikian, Vigna menjelaskan, "Pengembangan teknologi baru harus diimbangi dengan penghormatan terhadap desain dan identitas merek." Desain Luce yang berbeda, baginya, adalah representasi visual yang tepat untuk teknologi mutakhir yang diusungnya.
Meskipun dihantam sentimen negatif awal, saham Ferrari menunjukkan ketahanan yang patut dicermati. Setelah anjlok tajam pada Selasa, saham produsen mobil mewah tersebut ditutup melemah tipis 0,1% pada perdagangan Rabu, dan kembali menguat sekitar 1,7% pada Kamis. Sejumlah analis otomotif menilai reaksi negatif investor masih terlalu dini untuk dijadikan kekhawatiran besar bagi perusahaan. Vigna sendiri sebelumnya menyebut peluncuran Luce sebagai "momen yang sangat penting dalam sejarah Ferrari," menandai dimulainya era baru di tengah gelombang transformasi industri otomotif global menuju elektrifikasi.
Debat seputar Luce mungkin masih akan berlanjut, namun Ferrari, melalui Benedetto Vigna, telah menegaskan posisinya: berinovasi tanpa melupakan akar, dan siap menghadapi masa depan elektrifikasi dengan identitas yang tak tergantikan di pasar otomotif global.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar