Haluannews Ekonomi – Jakarta – Di tengah sentimen pasar yang cenderung fluktuatif, bahkan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penggalangan dana di pasar modal. Sebanyak 15 perusahaan saat ini tercatat dalam daftar antrean untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO), menunjukkan optimisme di tengah tantangan ekonomi.

Related Post
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa proses IPO ini masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pihaknya secara aktif mendorong para calon emiten dan penjamin emisi untuk mempercepat kelengkapan dokumen serta respons kepada regulator. Langkah ini diambil guna memastikan proses pencatatan saham tidak mengalami keterlambatan. "Semua masih sesuai jadwal, ada 15 perusahaan dalam proses. Kami pantau progresnya setiap hari," jelas Nyoman kepada media di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis (3/6/2026), seperti dilansir Haluannews.id. Ia menambahkan, perusahaan-perusahaan ini menggunakan laporan keuangan tahun buku Desember 2025, sehingga wajib melantai paling lambat Juli 2026.

Dorongan terhadap peningkatan aktivitas IPO ini juga datang dari pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya telah menekankan pentingnya peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Airlangga memaparkan, investasi di sektor riil pada triwulan I-2026 telah mencapai Rp498,79 triliun, tumbuh 7,22%, dan berhasil menyerap 706.000 tenaga kerja. Angka ini menjadi indikator positif bagi iklim investasi di Indonesia.
Kebutuhan pembiayaan di Indonesia diperkirakan akan melonjak signifikan, mencapai Rp7.400 triliun pada tahun 2026 dan Rp9.200 triliun pada tahun 2029. Airlangga menegaskan bahwa sektor swasta dan masyarakat, termasuk sektor keuangan, akan menjadi motor penggerak utama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. "Dari sisi keuangan, pasar modal memiliki fungsi krusial untuk menarik dana melalui IPO. Meskipun periode kuartal pertama ini diwarnai ketidakpastian tinggi, pipeline IPO masih ada dan perlu terus dikejar karena ini adalah salah satu sektor yang sangat penting," ujar Airlangga, menggarisbawahi urgensi penguatan pasar modal.
Kehadiran 15 calon emiten ini diharapkan dapat memberikan suntikan likuiditas dan pilihan investasi baru bagi pasar, sekaligus menjadi indikator resiliensi ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak global.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar